Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan oleh petugas Satlinmas Rescue Istimewa yang berjaga di lokasi.
Meski berhasil dievakuasi dengan selamat, seorang balita berusia 4 tahun terpaksa dilarikan ke RSUD Saptosari karena kondisinya melemah setelah diduga terlalu banyak menelan air laut saat kejadian.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban bersama ibunya bermain air di kawasan pantai sebelah barat Pulau Drini.
"Saat berada di tepi pantai, datang ombak besar yang menghantam keduanya hingga terbawa arus ke tengah laut," ujar Marjono.
Melihat kejadian tersebut, petugas yang sedang berjaga di Pos Pantai Drini langsung bergerak melakukan penyelamatan. Korban berhasil dievakuasi ke tepi pantai dan segera mendapatkan penanganan awal dari tim penyelamat.
Dua korban yang terseret ombak diketahui bernama Muhamad Rehan (4), warga Mutihan, Sondakan, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, dan ibunya, Zahwa (34).
Setelah proses evakuasi, keduanya sempat menjalani perawatan di Pos Satlinmas Pantai Drini. Namun kondisi Muhamad Rehan kemudian semakin lemas dan diduga mengalami syok akibat terlalu banyak menelan air laut.
"Karena kondisi korban anak melemah, petugas langsung membawa yang bersangkutan ke RSUD Saptosari untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," jelas Marjono.
Sementara itu, Zahwa juga mengalami kondisi lemas pascakejadian. Namun ia masih dapat menjalani perawatan awal di lokasi bersama tim medis yang bertugas.
Dalam operasi penyelamatan tersebut, sebanyak sembilan personel Satlinmas Rescue Istimewa diterjunkan untuk melakukan evakuasi, penanganan korban, hingga proses rujukan ke rumah sakit.
Marjono mengimbau para wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan Gunungkidul agar selalu mematuhi arahan petugas dan tidak bermain terlalu jauh ke area yang berpotensi membahayakan keselamatan.
"Kami meminta wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi gelombang dan mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang demi menghindari kejadian serupa," pungkasnya.

0 Komentar