AKURAT-MENGINSPIRASI-BERBUDAYA

  • Sosial

    aksi giat 1000 masker dilakukan Karangtaruna Desa Giripurwo bersama Pemerintah Desa Giripurwo dibantu relawan Jalasena,komunitas Nyawij

  • Budaya

    masyarakat Padukuhan Karang,Desa Girikarto,Kecamatan Panggang memiliki tradisi upacara bubuh-bubuh atau tolak bala

  • Peristiwa

    Peristiwa Kebakaran Yang Menimpa Rumah Salah satu Warga Semanu Gunungkidul

  • FlashNews

    Presiden Jokowi meminta para peneliti Indonesia untuk membuat vaksin korona. Hal tentu akan menjadi perhatian khusus mengingat pasien positif korona di Indonesia terus mengalami peningkatan.

  • Wisata

    Gunungkidul (Handayanipost.blogspot.com)-- Pemerintah daerah Kabupaten Gunungkidul akan segera membuka kembali obyek wisata. Namun pembukaan ini masih bersifat simulasi penerapan New Normal atau tatanan kebiasaan baru.

Kapal Nelayan Pantai Sadeng Menghantam Menara Mercuduar,Disebabkan Gelombang Tinggi

GIRISUBO (Wartahandayani.com)_Diakibatkan adanya kenaikan gelombang pasang air laut membuat kapal nelayan pantai sadeng Kapanewon Giridubo,terombang ambing menghantam menara mercusuar pantai sadeng.Rabu 12/08/2020

Gelombang pasang yang mengalami peningkatan mengakibatkan kapal yang hendak memasuki dermaga pantai sadeng tergulung ombak hingga menabrak menara mercusuar

Kejadian langsung diketahui oleh SAR Sadeng yang langsung mengambil tindakan untuk penyelamatan kapal beserta ABK kapal dibantu warga kapal langsung ditarik menggunakan perahu jungkung milik nelayan sadeng ditarik ke dermaga


  • "Kesulitan dalam proses evakuasi kapal terkendala gelombang pasang berkisar 3-4 meter"terang Ketua SAR wil 1 Girisubo Sunu Handoko 


Pihanya juga menjelaskan untuk korban jiwa tidak ada,didalam kapal terdapat 6 ABK sudah termasuk Nahkoda kapal

Kapal yang di nahkodai Cimeng (46) saat ini sudah dievakuasi ke dermaga dengan seamat"imbuhnya

Haris

Untuk berlangganan berita hub Telp/Wa :081336432313
Share:

Tidak Menghiraukan Himbauan TIM SAR ,Pemancing Di Pantai Wediombo Terseret Ombak

GIRISUBO (Wartahandayani.com)_Tidak menghiraukan anjuran Tim Sar Wilayah 1 .Subari (30) Warga Nglipar Lor,Kalurahan Nglipar,Kapanewon Nglipar saat memancing tergulung ombak yang pada saai itu sang istri asik menunggu dibibir pantai bermain dengan anaknya.Rabu 12/08/2020

Lokasi memancing di Pantai Wediombo ,Sebelumnya Subari ditemani anak dan  istri hendak berwisata dari rumah dengan mengendarai motor nomor polisi AB 6451 KW dan membawa alat memancing dari rumah

Istri Subari

Handoko Bayu S.IP Ketua Sar Wil 1 Wediombo saat dikonfirmasi menjelaskan menginggat kondisi air sedang pasang memang sudah menghimbau kepada semua wisatawan agar tidak bermain air


  • "Kami mendapatkan laporan masuk sekitar pukul 10:00 wib ,ada informasi sedang memancing menginggat ombak lumayan besar Subari terseret ombak.Selanjutkan kami langsung melaporkan ke Pos SAR Wonosari untuk meminta bantuan pencarian pemancing yang terseret ombak tersebut" terang Handoko


Ia juga menjelaskan kepada semua tim yang tersebar dibeberapa titik untuk lebih tegas lagi memberikan himbauan kepada wisatawan ataupun para pemancing agar tidak berada diposisi yang membahayakan,menginggat kondisi laut sedang rawan

Pencarian melibatkan SAR Wilayah 1,Polsek Girisubo,Bazarnas Jogja.Dengan harapan Subari segera ditemukan

Haris

Untuk berlangganan berita hub Telp/Wa :081336432313
Share:

Tidak Mau Dipandang Sebelah Mata,Disabilitas Gunungkidul Bisa Berkarya Nyata

GUNUNGKIDUL (Wartahandayani.com)_Perjuangan dalam sebuah perjalanan yang tentunya banyak menjumpai halangan dan rintangan dalam suatu tujuan,namun tidak dengan Kelompok Disabilitas yang tergabung dalam sebuah kelompok DEC "Disabity Empowerment Center" Kapanewon Nglipar.Rabu 12/08/2020

DEC (Disabity Empowerment Center) sendiri adalah Kumpulan dari kelompok -kelompok disabilitas yang ada di Kabupaten Gunungkidul ,yang bekerja bersama-sama untuk peningkatan kesejahteraan,kesempatan yang sama dan dampak terhadap sesama

Hardiyo selaku pendiri DEC dan ketua PPD MS Kapanewon Nglipar ,mengatakan didirikannya DEC sebagai forum untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggota disabilitas melalui koperasi dan perusaah kreatif


  • "Kami selalu berupaya untuk berkegiatan positif dan layak memungkinkan untuk para penyandang disabilitas  mampu menghasilkan karya-karya nyata dari segala keterbatasannya serta dibuatnya kelompok ini agar mewuwujudkan aspirasi mereka ,meningkatkan kondisi kehidupan mereka dan untuk berpartisipasi lebih aktif dalam masyarakat" terang Hardiyo


Ia juga mengatakan dengan adanya kelompok tersebut  pihaknya mengajak untuk menciptakan sebuah perubahan stigma tentang disabilitas yang penuh keterbatasan menjadi disabilitas yang kreatif dan berdaya.

Haris

Untuk berlangganan berita hub Telp/Wa :081336432313
Share:

Taman Bunga Lamunan Sudah Dibuka Untuk Umum,Bayar 5000 Sudah Dimanjakan Dengan 15 Jenis Bunga Matahari Buruan Viralkan

PLAYEN (Wartahandayani.com)_Berawal hobi piknik keluarga Ngalimun Warga Padukuhan Bogor 2,RT 30/0,Kalurahan Playen,Kapanewon Playen saat ini memiliki lahan yang disewanya dari Tanah kas Kalurahan Playen telah membuka lokasi wisata Taman Bunga Lamunan


lokasi yang berada dipinggir jalan ruas Siono-Playen saat ini lokasi tersebut sudah mulai buka,dan satu persatu para pengguna jalan sudah singgah untuk sekedar mampir berswa foto bersama Pacar,Sahabat,Teman dan Keluarga

Dengan membayar cukup Rp 5000 untuk tiket masuk,parkir roda 2 Rp 2000,Parkir Roda 4 Rp 3000 sudah bisa menikmati betapa indahnya taman bunga matahari yang totalnya ada 15 jenis bunga matahari


Ngalimun menanam 15 jenis bunga matahari serta melayani penjualan bibit bunga untuk sovenir dibawa pulang.Harganya juga beragam tetgantung jenis bunganya


  • "Saya dan keluarga saya khususnya memang senang sekali berwisata kelokasi-lokasi sport selfi yang ada di Kebutuhan Gunungkidul.Dari situ saya terinspirasi untuk membuka lahan lokasi berwisata dengan panorama pemandangan berbagai jenis bunga matahari" terang Ngalimu


Ia juga mengatakan lokasi yang saat ini sudah dibuka untuk umum tersebut bukan tanah milik pribadi melainkan menyewa tanah milik kas Kalurahan yang dimanfaatkan untuk usaha taman bunga tersebut


Saat ini bunga-bunga matahari sudah mulai proses berbunga,bahkan sudah banyak yang berbuga siap untuk memanjakan pemandangan para wisatawan yang hendak berswa foto dengan tarif murah meriah Rp 5000 sepuasnya berswa foto.

Haris

Untuk berlangganan berita hub Telp/Wa ;081336432313
Share:

Tradisi Gumbregan Masih Diadakan Dimasa Pandemi Covid 19

Gunungkidul (Wartahandayani.com)_Warga Padukuhan Sawahan ll, Kalurahan Bleberan,Kapanewon Playen Menggelar acara adat tradisi dengan sederhana

Kegiatan yang digelar berupa pelaksanaan tradisi kenduri Gumbregan untuk memanjatkan doa kepada Tuhan YME yang diperuntukan bagi hewan ternak warga khususnya sapi dan kerbau.Yang mana sapi dan kerbau merupakan hewan yang membantu mengolah lahan pertanian milik warga



Sesepuh masyarakat yang dituakan oleh warga Sawahan ll Hasim Muhari yang telah memimpin acara Gumbregan mengatakan bahwa acara tersebut memang masih selalu dilestarikan apa lagi untuk warga masyarakat yang masih memiliki hewan ternak jenis sapi dan kerbau


  • "Disetiap 8 bulann sekali warga kami selalu mengadakan acara Gumbregan ,agar hewan-hewan ternak kami tetap sehat dan bisa membantu kami yang masih menggunakan jasa hewan ternak sapi untuk mengolah lahan pertanian" terang Hasim Muhari


Pihaknya juga mengatakan tentang hewan ternak memang tidak bisa lepas dari keseharian warga masyarakat khususnya para petani,Traduisi Gumbregan adalah tradisi dari leluhur nenek moyang dan harus dilestarikan

Setelah acara doa bersama sampai juga diacara ini yaitu dengan berdoa di halaman rumah dan semua warga tua,muda,dewasa,bapak-bapak,ibu-ibu bersama-sama berteriak "Surak Iyunnn" betuk ucap syukur

Sungguh jarang dijumpai saat ini acara seperti ini,kita sebagai penerusnya hanya tinggal melanjutkan apa yang sudah ditinggalakan mulai dari adat tradisi budaya kita.pungkasnya

Titik

Untuk berlangganan berita hub Telp/Wa:081336432313
Share:

Rasulan Padukuhan Sawahan ll,Berjalan Lancar Dengan Dibagikannya 350 Nasi Sarang

PLAYEN (Wartahandayani.com)_Pandemi covid 19 tidak mengurangi niat warga Padukuhan Sawahan 2,Kalurahan Bleberan,Kapanewon Playen untuk mengadakan acara adat tradisi Rasulan yang jatuh pada Bulan ini Selasa Wage 11/08/2020 .Acara diadakan di Balai Padukuhan Sawahan 2 dengan masih menaati peraturan pemerintah untuk tetap menggunakan standar protokoler covid 19

Satu pet satu perwakilan yang datang dengan membawa sarang yang terbuat dari daun kelapa ,dimana disetiap kepala keluarga membawa sarang kosong dari rumaj masing-masing yang nantinya selepas acara kenduri selesai semua ubo rampe nasi ,ingkung,lauk pauk dibagi rata dituang didalam sarang yang selanjutnya warga satu per satu pulang kerumah masing-masing


Total sarang terkumpul ada 350 sarang yang dijejer di ruangan balai padukuhan menunggu antrian nasi serta lauk pauk untuk dibawa pulang

Sebelum acara dimulai Kepala Dusun Sawahan 2 Sumarno mengatakan acara kali ini jauh berbeda dengan tahun-tahun biasanya yang mana kali ini rasulan dilaksanakan dimasa pandemi covid 19 yang belum juga usai



  • "Adapun acara tahun ini masih dalam kondisi pandemi covid 19 ,namun kami warga Padukuhan Sawahan 2 tidak akan meninggalkan adat tradisi yang sudah ada sejak nenek moyang,Adapun perbedaan yang dirasa disaat rasulan kali ini terlihat sangat sepi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.Namun kami tidak sedikitpun mengurangi kesakralan acara" jelas Kepala Dusun


Setelah kepala dusun memberikan sedikit sambutan dilanjutkan acara inti yaitu doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh padukuhan sawahan 2 Hasim Muhari /Mbodo untuk mengikrarkan ,memanjatkan doa kepada Tuhan YME supaya warga Padukuhan Sawahan 2 dijauhkan dari mara bahaya,serta ucap syukur atas nikmat tuhan yang diberikan kepada warga masyarakat mulai dari hasil panen,dan warga Padukuhan Sawahan 2 diberikan kesehatan

Setelah berdoa bersama giliran para bapak-bapak membagikan nasi uduk,serta lauk pauk untuk dibagi rata kepada seluruh warga Padukuhan Sawahan 2.Acara berlangsung tidak lama menginggat kondisi yang masih belum memungkinkan untuk kerumunan masa yang banyak.

Haris

Untuk berlangganan berita hub Telp/Wa :081336432313
Share:

Ditinggal Ibunya Ntah Kemana,Muhamad Septa Nur Cahyo Yang Menderita Lumpuh Sejak Lahir Saat Ini Hidup Bersama Ayah dan Adiknya Dirumah Yang Sederhana

WONOSARI (Wartahandayani.com)_Perjuangan Wasgito (36) warga Padukuhan Jeruksari,RT 08/23,Kalurahan Jeruk,Kapanewon Wonosari, ayah dari ke 3 anaknya dengan segala keterbatasan yang saat ini ibu dari ke 3 anak tersebut pergi ntah kemana meninggalkan anak yang ke duanya dalam kondisi lumpuh sejak lahir.Selasa 11/08/2020

Muhamad Septanur Cahyo (6) anak ke dua dari Wasgito menderita lumpuh sejak lahir,dalam kondisi seperti itu ibu dari anak tersebut tega meninggalkannya tanpa merasa kehilangan.Saat ini Wasgito kesehariannya hanya mengurusi anak ke duanya lantaran tidak bisa ditinggalkan kemana-mana.Muhamad Septanur Cahyo masih memiliki adik laki-laki yang masih membutuhkan kasih sayang dari orang tua

Wasgito saat ini menjadi Ayah sekaligus Ibu dari ketiga anaknya,anak yang pertama saat ini dititipkan di Panti Asuhan Islam Playen ,Wasgito yang kesehariannya hanya pekerja serabutan (Buruh Bangunan) kali ini tidak bisa bekerja dikarenakan harus mengurusi ke dua anaknya yang tidak bisa ditinggal

Sedangkan kebutuhan sehari-hari Muhamad Septa Nur Cahyo anak keduanya yang menderita lumpuh sejak lahir harus membutuhkan banyak keperluan seperti Pempers dan Susu yang harus dibelinya

Saat ini untuk kebutuhan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan Anaknya hanya mengandalkan uluran tangan para dermawan,lantaran Wasgito sudah tidak bisa bekerja lagi kedua anaknya tidak bisa ditinggal


  • "Saya hanya bisa pasrah untuk rumah tangga saya,yang saat ini saya pentingkan adalah anak-anak saya khususnya anak ke dua saya.Alhamdulillah saat ini ada saja yang membantu untuk kebutuhan keluarga saya khususnya untuk anak ke dua saya." terang Wasgito sambil menangis saat dikonfirmasi


Ia juga mengatakan tentang kesahiranya yang hanya bisa duduk terdiam dirumah menemani kedua anaknya ,tidak bisa kemana-mana .Sebelumnya disaat ibunya masih ada dirumah ia bisa bekerja untuk menyambung hidup dan membeli kebutuhan anaknya yang mederita lumpuh tersebut


  • "Ntah istri saya kemana saat ini saya tidak mau memikirkannya,saya hanya fokus untuk masa depan anak-anak dan kesembuhan anak saya yang ke dua." ucap Wasgito


Pihaknya juga menjelaskan selama ini perhatian dari pemerintah juga belum dirasakannya,adapun bantuan dari pemerintah untuk anaknya yang lumpuh hanya jaminan kesehatan saja,untuk santuna tidak sama sekali

Harapan besarnya anak ke duanya bisa sembuh dam bisa normal seperti anak-anak seusianya.Dia juga mengatakan saat ini semenjak ditinggal istrinya pergi Muhamad Septanur Cahyo sudah tidak dilakukannya terapi karena keadaan ekonominya,untuk biyaya pulang pergi


  • "Ntah saya binggung harus meminta bantuan siapa lagi untuk berlangsungnya hidup keluarga saya.Saya saat ini sama sekali tidak bisa bekerja, bahkan saya tinggal sebentar saja anak-anaknya menangis" imbuhnya 


Semoga banyak para dermawan yang mau menyisihkan sedikit rejekinya untuk Muhamad Septanur Cahyo guna memenuhi kebutuham sehari-hari seperti Susi,Pempers dan makan sehari-hari.

Haris

Untuk berlangganan berita hub Telp/Wa :081336432313
Share:

Pandemi Covid 19 Membuat Seorang Guru Exstra Tari ,Beralih Profesi Menjadi Petani Sayuran

GUNUNGKIDUL (Wartahandayani.com)_Berprofesi sebagai guru exstra tari dibeberapa sekolahan Atika warga Padukuhan Kepil,RT 27,RW 06,Kalurahan Bandung,Kapanewon Playen  saat ini  beralih menjadi petani sayuran.Dampak pandemi covid 19 membuatnya kehilangan pekerjaan sebagai guru exstra tari .Senin 10/08/2020

Ibu dari tiga anak menggeluti bidang pertanian lantaran sudah tidak ada lagi kegiatan seperti hari-hari biasa yang bisa menghasilkan uang,disamping itu kebutuhan sehari-hari tidak pernah libur melainkan harus tetap jalan

Istri dari ASN ini rela menjadi petani sayuran untuk menambah pemasukan dikeluarganya semenjak pandemi covid 19 membuatnya banting stir menjadi petani sayuran.Dilahan seluas 200 meter persegi milik pribadi Atika menyulap lahannya menjadi lahan sayuran berbagai jenis.


Mulai dari tanaman sawi,terong,sawi ditanamnya ,dengan pemanfaatan air yang melimpah dilokasi tersebut atika mampu meraup keuntungan yang lumayan untuk menambah pemasukan keluarga

Atika dalam proses penanaman sayuran untuk perawatan tidak menggunakan pupuk kimia melainkan memakai pupuk organik,disamping biyaya murah hasil dari sayurannya juga termasuk higienis tanpa pupuk kimia.bernutrisi tinggi untuk pembentukan antibody yang bagus dimasa pandemi covid 19

Saat ditemui Atika mengatakan semenjak pandemi covid 19 tersebut profesi sehari-hari berubah drastis 100% lantaran desakan kebutuhan untuk bertahan hidup


  • "Saya tidak pernah patah semangat untuj keluarga,apa pun akan saya lakukan asal dapur tetap ngebul,walaupun suami saya seorang ASN tidak menjamin kebutuhan dikeluarga tercukupi.Maka saya saat ini menyulap lahan saya untuk dijadikan lahan pernanian jenis sayuran." terang Atika


Disamping itu Atika juga menjelaskan pemanfaatan air yang melimpah membuatnya semangat untuk membuka lahan pertanian sayuran,serta dengan pupuk organik dipakainya untuk perawatan,hasilnya juga memuaskan


  • "Saya jual dengan sintem online,serta saya bawa ke pasar dan ada juga yang langsung ke lokasi kebun.Saya berharap pandemi covid segera usai agar perekonomian segera pulih seperti dulu" pungkasnya


Haris

Untuk berlangganan berita hub Telp/WA :0813364
Share:

Kelompok Tani Bondi Tani Menjadi Sempel Program Ketahanan Pangan

NGLIPAR (Wartahandayani.com)_Dengan memanfaatkan bantuan alat pertanian yang diberikan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul kelompok tani Bondi Tani yang beralamatakan Padukuhan Kedungranti,Kalurahan Nglipar,Kapnewon Nglipar mampu menarik perhatian Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk menjadikan Kelompok Tani Bondi Tani sebagai sempel Ketahanan pangan dikala pandemi Covid 19.Jumat pagi 07/08/2020

Kelompok yang diketuai Kepala Dusun Kedungranti Tikiyarno merasa optimis nantinya dari hasil panen akan membuahkan hasil yang diinginkan,serta mampu bersaing dibidang pertanian


Disamping sudah memasuki musim kemarau serta masih dalam kondisi pandemi Covid 19 tidak menyurutkan kelompok tani yang di promotori Tukiyarno untuk mencoba memanfaatkan apa yang sudah difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mulai dari Bantuan alat sedot air,serta pipa pengairan lahan ,langkah kedepannya tetap berkomitmen fokus dengan tujuanya untuk membuktikan potensi yang nantinya akan dihasilkan


  • "Dalam kondisi kemarau saat ini mungkin hal yang aneh kegiatan kami untuk menanam berbagai tanaman mulai dari jagung,Padi,Bawang merah,cabai dan banyak lagi.Semangat kami terbanti oleh Dinas Pertanian dan Pangan  Kabupaten Gunungkidul yang telah memfasilitasi kami berbagai macam alat pertanian,maka dari itu saya tidak boleh kendor untuk memgajak anggota-anggota saya terus bergerak untuk membuktikan hasil yang sempurna.Serta bisa menjadi contoh bahwa warga kami khususnya kedungranti untuk program ketahanan pangan kedepannya tetap aman untuk bertahan hidul dalam masa pandemi Covid 19 seperti saat ini" terang Tukiyarno


Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu saat dimintai keterangan menjelaskan tentang bantuan yang diberikan kepada kelompok tani Bondi Tani bentuk kepeduliannya atas semangatnya untuk memajukan program tentang ketahanan pangan dimasa pandemi covid 19

  • "Terbukti saat ini walaupun baru berumur kurang lebih 4 minggu kelompok tani BondinTani mampu membuat kami tertarik dengan kesuburan tanaman mulai dari padi,jagung,cabai,bawang merah sayur mayur.Dan kami rencanakan kelompok tani Bondi Tani sebagai salah satu contoh yang berhasil membuktikan dalam kondisi musim kemarau dan dalam masa pandemi covid 19 tanamannya subur" terang Bambang Wisnu


Pihaknya juga berharap untuk warga masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang mayoritas petani tetap semangat untuk bertahan hidup dimasa pandemi covid 19 dengan memanfaatakan lahan-lahan yang bisa menghasilkan makanan.pungkasnya

Titik

Untuk berlangganan berita hub Telp/WA :081336432313
Share:

Puluhan Tahun Tinggal Dikandang Sapi,Paimin Saat Ini Memiliki Rumah Layak Huni

GUNUNGKIDUL (Wartahandayani.com)_Puluhan tahun tinggal dibekas kandang sapi milik saudaranya Paimin warga Padukuhan Gebang,RT 01,RW 012,Kalurahan Candirejo,Kapanewon Semanu saat ini bisa memiliki rumah layaknya orang-orang

Paimin adalah penyandang difabel ,keseharinnya untuk bertahan hidup mengandalkan dari buruh tani dan tukang kayu jika ada pesanan mebel,mulai dari kursi,almari,pintu dll,walaupun keadaan fisiknya tidak sempurna paimin mampu beraktifitas seperti orang-orang yang keadaan fisiknya jauh lebih sempurna

Sebelum tinggal di kandang sapi paimin selama 10 tahun tinggal di alas (hutan) mejing disebuah gubug reot sendirian tanpa siapa-siapa sambil bertani


Kali ini atas kepedulian Baznas Gunungkidul dan Pulanggeni mengandeng ormas dan komunitas serta pelaku usaha , kandang sapi yang tadinya untuk tempat tinggal saat ini di bedah (dirobohkan) dan dibuatkan rumah layak huni ukuran 6x4 agar beliau bisa merasakan hidup layaknya warga yang lain,dengan memiliki rumah


  • "Alhamdulillah saat ini pak paimin bisa memiliki rumah layak huni walaupun tidak sebesar rumah warga yang lainnya,saya sangat terharu melihat kisah pak paimin jauh sebelum memiliki rumah saat ini.Dengan keadaan beliau yang menurut saya tidak sepantasnya kerjaan berat dilakoninya,yang saya salut lagi pak paimin memiliki keahlihan khusus dengan keadaannya yang seperti itu.Terbukti hasil karya beliau dengan keahliah tukang kayu mampu membuat mebel dengan berbagai jenis" terang Suwarno koordinator Baznas Gunungkidul saat dimintai keterangan


Ia juga mengatakan giat kali ini mungkin sudah tidak terhitung dari kegiatan kami untuk membuatkan rumah warga yang kurang mampu.Dan saat ini rumah milik pak paimin tinggal finising untuk melengkapi kebutuhan rumah seperti lampu,dapur,kamar mandi setelah itu akan diserahkan langsung kepada pak paimin "imbuhnya


Adapun permintaan beliau untuk kedepannya bertahan hidup,pak paimin yang saat ini alat miliknya seperti Serut mesin (pasah),bor mesin sudah rusak pihaknya berharap sekali ada yang mau membantu juga untuknya berkarya disetiap harinya dirumah.

Haris

Untuk berlangganan berita hub Telp/WA :081336431313
Share:

Popular Posts

Total Tayangan Halaman