Bocah bernama Fendi itu tinggal bersama kedua orang tuanya, Slamet dan Aminah, di Padukuhan Jeruken, Kalurahan Girisekar. Selama ini Fendi memilih menghentikan sekolahnya untuk merawat orang tuanya yang sakit dan menjalani kehidupan dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa. Rombongan datang membawa bantuan sekaligus memastikan kondisi keluarga yang sebelumnya menjadi sorotan publik.
Peristiwa ini sekaligus menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, keluarga tersebut sebenarnya sudah terdata sebagai penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Namun kondisi ekonomi dan kesehatan keluarga tetap membuat anaknya harus meninggalkan bangku sekolah.
Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa menyatakan bahwa kehadiran aparat kepolisian merupakan bentuk kepedulian negara terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan, termasuk trauma healing kepada ananda Fendi agar semangatnya kembali bangkit. Tim dokter dari Polres juga kami siagakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi kedua orang tuanya,” ujarnya.
Selain itu, Polres Gunungkidul juga memberikan bantuan berupa satu unit sepeda, perlengkapan sekolah, sembako, kasur, serta kebutuhan lain yang diharapkan dapat membantu aktivitas sehari-hari keluarga tersebut.
Di sisi lain, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menginstruksikan jajarannya agar segera melakukan penanganan lintas sektor. Ia meminta Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama berkoordinasi untuk memastikan Fendi bisa kembali melanjutkan sekolah.
Tak hanya itu, Bupati juga menekankan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan langkah jemput bola terkait bantuan sosial. Mengingat kondisi kesehatan kedua orang tua Fendi yang lemah, petugas diminta aktif mendatangi rumah, bukan menunggu keluarga tersebut mengurus administrasi.
Kasus ini menjadi potret keras realitas sosial di Gunungkidul: di tengah berbagai program bantuan yang telah berjalan, masih ada keluarga rentan yang luput dari perhatian hingga kisahnya lebih dulu viral di media sosial. Kini publik menunggu apakah perhatian pemerintah ini akan berlanjut pada solusi jangka panjang, atau sekadar berhenti pada kunjungan simbolis setelah sorotan publik muncul.


0 Komentar