Warga Gari Kecewa, Masjid Sudah Rata Dengan Tanah Donatur Tak Jadi Bantu


Gunungkidul ( Wartahandayani.com )_Warga Padukuhan Gari, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, mengaku kecewa terhadap oknum yang sebelumnya menjanjikan akan mencarikan donatur untuk pembangunan Masjid Al Huda Gari. Pasalnya, janji tersebut tidak kunjung terealisasi hingga masjid terlanjur dibongkar.


Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Huda Gari, Budi Antoro, mengatakan bahwa sejak November hingga Desember 2025, oknum tersebut menyampaikan klaim akan mencarikan donatur dengan peluang bantuan mencapai 99 persen. Syaratnya, bangunan masjid lama harus dibongkar total.


“Oknum itu juga merupakan warga Gari. Ia meyakinkan panitia dan warga bahwa donatur siap membantu, sehingga panitia dan warga tidak menaruh kecurigaan,” ujar Budi. Minggu 04/01


Berdasarkan janji tersebut, panitia bahkan membuat surat pernyataan bahwa Masjid Al Huda akan dibangun kembali. Setelah dilakukan musyawarah, warga sepakat masjid dibongkar total.


Namun, seiring berjalannya waktu, kecurigaan mulai muncul ketika oknum tersebut meminta Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan masjid. Panitia kemudian menyusun RAB dengan nilai sekitar Rp1,825 miliar.


Belakangan diketahui, oknum tersebut mencatut nama sebuah yayasan serta salah satu anggota Polda sebagai calon donatur. 

Setelah dikonfirmasi, pihak yayasan yang dicatut menyatakan proposal pembangunan masjid tidak disetujui. Sementara itu, anggota Polda yang namanya digunakan mengaku tidak mengetahui adanya pencatutan tersebut.


“Ibarat nasi sudah menjadi bubur, masjid sudah terlanjur dibongkar,” kata Budi.


Meski demikian, panitia memastikan pembangunan Masjid Al Huda tetap dilanjutkan. Saat ini, panitia membuka donasi pembangunan masjid melalui

rekening BRI nomor 6987 0102 941 053 5 atas nama Masjid Al Huda. Panitia juga membuka layanan informasi dan konfirmasi donasi melalui nomor 0895-3974-20099 atas nama Budi Antoro.


Di tengah keresahan warga akibat dugaan penipuan tersebut, bantuan donasi dari sebuah yayasan akhirnya masuk untuk membantu pembangunan masjid, meski tidak sepenuhnya menutup kebutuhan anggaran.


“Warga dan panitia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Selama proses pembangunan, kami tetap membuka donasi bagi siapa saja yang ingin membantu,” pungkas Budi.


Pihak warga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar lebih berhati-hati terhadap janji bantuan yang belum jelas kepastiannya, serta pembangunan Masjid Al Huda Gari dapat segera selesai dan kembali digunakan untuk kegiatan ibadah.

Posting Komentar

0 Komentar