Kapolsek Panggang, AKP Gatot Sukoco, mengatakan korban sejak pagi diketahui pergi mencari kayu bakar di kawasan hutan Alas Turi. Sebelum berangkat, korban sempat berpamitan kepada keluarga.
"Korban berangkat sekitar pukul 07.30 WIB untuk mencari kayu bakar. Pada sore hari sekitar pukul 15.30 WIB korban sempat pulang mengambil bekal makanan dan minuman, kemudian kembali lagi ke lokasi," kata AKP Gatot Sukoco.
Hingga petang korban tak kunjung kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat keluarga dan warga sekitar berinisiatif melakukan pencarian. Saat menyisir lokasi, warga menemukan sepeda motor beserta sejumlah peralatan kerja milik korban berupa gergaji, parang, sabit, dan tas yang ditinggalkan di sekitar area hutan.
"Kemudian pencarian diperluas dan ditemukan sepasang sepatu milik korban berada di bibir luweng. Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Panggang," ujarnya.
Menerima laporan tersebut, anggota Polsek Panggang segera mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Tim SAR Gunungkidul untuk melakukan pencarian di dalam luweng yang cukup dalam dan berbahaya.
Hasil pencarian membuahkan hasil. Korban ditemukan di dasar luweng dalam kondisi meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban yang diduga akibat benturan dengan bebatuan saat terjatuh.
"Di lokasi juga ditemukan bercak darah di bagian dalam bibir luweng. Dugaan sementara korban terpeleset saat mencari kayu bakar lalu jatuh ke dalam luweng," terang AKP Gatot.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai kecelakaan dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polsek Panggang, Tim SAR Gunungkidul, serta warga yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi korban.


0 Komentar