Cuaca Ekstrem Landa Gunungkidul, 28 Kejadian Bencana Terjadi Akibat Hujan Lebat dan Angin Kencang


WONOSARI (Wartahandayani.com)_Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa (3/3/2026). Cuaca ekstrem tersebut memicu rangkaian bencana, mulai dari pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga tanah longsor yang menutup akses jalan.

Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono, menjelaskan bahwa peringatan dini cuaca dikeluarkan oleh BMKG DI Yogyakarta pada pukul 13.51 WIB. Potensi hujan lebat disertai angin kencang diprakirakan terjadi mulai pukul 14.01 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB.

“Wilayah terdampak di Gunungkidul meliputi Kapanewon Nglipar, Semin, Ngawen, Gedangsari, serta meluas ke Wonosari, Playen, Patuk, Karangmojo, dan Ponjong,” ujar Purwono.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Gunungkidul, tercatat sebanyak 28 kejadian bencana yang tersebar di dua kapanewon dan lima kalurahan. Mayoritas kejadian berupa pohon tumbang yang menimpa rumah warga di wilayah Kapanewon Semin, khususnya Kalurahan Pundungsari dan sekitarnya.

Selain pohon tumbang, angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada atap rumah warga. Sementara itu, bencana tanah longsor terjadi di Kapanewon Gedangsari dan menutup akses jalan, termasuk jalan provinsi di tanjakan Clongop, Padukuhan Plasan, Kalurahan Watugajah.

“Kerusakan yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Sebagian besar rumah mengalami kerusakan sedang dengan estimasi kerugian sekitar Rp3 juta per unit. Selain itu, satu unit warung atau kios dilaporkan rusak berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp5 juta,” jelas Purwono.

Secara keseluruhan, total kerugian akibat rangkaian kejadian bencana tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp56.500.000.

Purwono menambahkan, penanganan awal telah dilakukan melalui asesmen oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul bersama unsur terkait guna meminimalkan dampak serta mencegah terjadinya korban jiwa. Dukungan peralatan hingga bantuan permakanan juga telah disalurkan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.

Dalam respons bencana ini, sejumlah unsur terlibat, di antaranya TRC BPBD, Damkarmat, TNI-Polri, Tagana, pemerintah kalurahan dan kabupaten, PLN, PMI, SAR, organisasi relawan, serta masyarakat setempat.

Mengakhiri keterangannya, Purwono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, melakukan pemangkasan pohon yang sudah lapuk, serta menghindari area rawan seperti pohon besar, tiang listrik, reklame, daerah rawan longsor, dan bantaran sungai saat hujan deras disertai angin kencang.

Posting Komentar

0 Komentar