Kapolsek Wonosari, Kompol Tri Wibawa, mengatakan kejadian tersebut bermula saat korban, RA alias Kiki (41), dan YP (28) memancing bersama di kawasan Pemancingan Tawarsari sekitar pukul 01.00 WIB.
"Awalnya korban dan terlapor memancing bersama. Saat itu terjadi perselisihan terkait masalah umpan yang kemudian berkembang menjadi cekcok," kata Tri Wibawa.
Menurutnya, meski sempat mereda, ketegangan antara keduanya kembali muncul ketika mereka menuju kawasan jembatan dekat Yu Center Gadungsari sekitar pukul 02.30 WIB.
"Setibanya di lokasi, keduanya kembali terlibat adu mulut dan perkelahian. Dari keterangan yang kami peroleh, korban sempat duduk di atas pembatas jembatan ketika pertengkaran masih berlangsung," ujarnya.
Kapolsek menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, terlapor mengaku sempat menerima pukulan di bagian mulut hingga menyebabkan salah satu giginya patah.
"Karena merasa dipukul, terlapor kemudian melakukan pukulan balasan kepada korban. Setelah itu korban terjatuh ke bawah jembatan," terang Tri Wibawa.
Suara keributan yang terdengar pada dini hari membuat sejumlah warga berdatangan ke lokasi. Tidak lama kemudian terdengar suara rintihan dari bawah jembatan yang diduga berasal dari korban.
"Warga bersama saksi langsung berupaya memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Evakuasi dilakukan bersama tim Damkar, relawan, dan unsur terkait," lanjutnya.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Wonosari untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengalami memar pada bagian belakang kepala sebelah kanan, luka lecet pada pelipis dan bahu kanan, serta nyeri pada pergelangan tangan kanan.
"Saat ini korban masih menjalani perawatan dan pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen untuk memastikan kondisi cederanya," kata Kapolsek.
Sementara itu, hasil pemeriksaan medis terhadap terlapor menunjukkan adanya patah gigi bagian atas serta luka lecet pada lutut kanan.
Tri Wibawa menegaskan bahwa kedua pihak diketahui sudah saling mengenal sebelumnya dan peristiwa tersebut diduga dipicu kesalahpahaman yang berujung emosi sesaat.
"Kami masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan bahan keterangan lainnya. Hingga saat ini korban belum membuat laporan resmi karena masih menjalani perawatan di rumah sakit," tegasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin dan tidak menggunakan kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
"Kami berharap masyarakat menahan diri ketika terjadi perselisihan. Jangan sampai persoalan sepele berujung pada tindak kekerasan yang merugikan semua pihak," pungkas Kapolsek.



0 Komentar