Pelaku membawa kabur 17 tabung gas elpiji 3 kilogram serta sejumlah rokok dagangan yang tersimpan di etalase. Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp4 juta.
Kapolsek Wonosari, Kompol Tri Wibawa, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Menurutnya, petugas telah melakukan penanganan awal dan kini masih memburu pelaku.
"Kerugian korban diperkirakan sekitar Rp4 juta. Barang yang hilang berupa tabung gas elpiji 3 kilogram dan rokok dagangan. Saat ini perkara masih dalam proses penyelidikan," ujar Kompol Tri Wibawa.
Rubiyono mengaku baru mengetahui warungnya dibobol ketika hendak membuka usaha sekitar pukul 05.30 WIB. Awalnya ia tidak menyadari ada yang tidak beres hingga seorang pembeli datang untuk membeli rokok.
"Saya membuka etalase untuk mengambil rokok, ternyata isinya sudah kosong. Dua slop rokok yang saya simpan di bawah etalase juga sudah hilang. Saat itu saya langsung tahu warung saya telah dimasuki pencuri," tuturnya.
Korban kemudian memeriksa persediaan tabung gas elpiji yang disimpan di samping bangunan warung. Dari hasil pengecekan, jumlah tabung berkurang hampir separuh.
"Semula saya memiliki 36 tabung gas. Setelah dihitung, yang tersisa hanya 19 tabung. Berarti ada 17 tabung yang dibawa pelaku. Semua yang hilang adalah barang dagangan, sehingga kerugiannya cukup besar," kata Rubiyono.
Rubiyono berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut. Ia menilai aksi pencurian itu tidak hanya merugikan dirinya secara materi, tetapi juga mengganggu aktivitas usahanya karena stok dagangan yang biasa dibeli pelanggan habis dalam waktu singkat.


0 Komentar