Kegiatan yang difasilitasi Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul melalui Dana Keistimewaan (Danais) DIY itu menjadi salah satu program pendukung Kalurahan Gari yang kini berstatus sebagai rintisan Kalurahan Budaya. Antusiasme masyarakat pun begitu tinggi. Dari kuota awal sebanyak 46 bilah pusaka yang disiapkan panitia, jumlah pendaftar ternyata jauh melampaui kapasitas.
Lurah Gari, Widodo, mengatakan pelaksanaan jamasan tosan aji merupakan usulan Pemerintah Kalurahan Gari setelah melihat besarnya minat masyarakat dalam merawat benda-benda pusaka peninggalan leluhur.
"Kalurahan Gari saat ini telah masuk dalam rintisan Kalurahan Budaya sehingga salah satu kegiatan yang kami dorong adalah jamasan tosan aji. Kegiatan ini kami laksanakan bersama Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul melalui fasilitasi Dana Keistimewaan," ujar Widodo.
Ia mengaku tingginya partisipasi masyarakat di luar perkiraan. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah kalurahan justru mengetahui bahwa cukup banyak warga Gari yang menyimpan sekaligus merawat tosan aji warisan keluarga.
Ke depan, Pemerintah Kalurahan Gari berencana memperluas pelaksanaan kegiatan serupa agar lebih banyak kolektor dapat terlibat. Bahkan, pihaknya membuka peluang membentuk organisasi atau komunitas pecinta tosan aji sebagai wadah pelestarian budaya.
"Kami ternyata baru mengetahui bahwa di Kalurahan Gari terdapat cukup banyak kolektor dan pecinta tosan aji. Ke depan kami berharap dapat membuka peluang lebih luas sehingga mereka bisa terwadahi dalam satu organisasi dan dapat melakukan berbagai kegiatan pelestarian budaya secara bersama-sama," katanya.
Salah seorang peserta, dalang Ki Sumarno Purbo Carito, menjadi salah satu warga yang membawa pusaka peninggalan leluhurnya untuk dijamas. Ia datang dengan delapan pusaka yang terdiri atas empat bilah keris dan empat tombak.
Menurutnya, benda-benda tersebut bukan sekadar koleksi, melainkan warisan keluarga yang memiliki nilai sejarah dan harus terus dirawat agar tetap lestari.
"Saya menjamaskan empat bilah keris dan empat tombak. Semua itu merupakan pusaka peninggalan leluhur. Saya ada banyak pusaka di rumah, tetapi karena kuota terbatas, saya hanya membawa delapan pusaka," ungkap Ki Sumarno.
Sementara itu, Kepala Seksi Warisan Budaya Benda Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Eddy Sarjono, menjelaskan bahwa jamasan tosan aji merupakan agenda rutin tahunan yang didukung Dana Keistimewaan DIY. Pada tahun 2026, Dinas Kebudayaan menyiapkan sepuluh paket kegiatan jamasan yang akan dilaksanakan di berbagai wilayah di Kabupaten Gunungkidul.
"Kegiatan pertama dilaksanakan pada 9 Juli 2026 di tingkat kabupaten setelah Keraton Yogyakarta melaksanakan jamasan pusaka keraton pada 7 Juli. Sebagai Kabupaten Pusaka, pelaksanaan jamasan pusaka kabupaten memang dilakukan setelah prosesi di Keraton selesai dilaksanakan," jelas Eddy.
Ia menuturkan, prosesi jamasan tingkat kabupaten dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul dan diikuti pusaka milik pemerintah daerah, kapanewon, UPT, hingga masyarakat umum. Tingginya animo masyarakat membuat jumlah pusaka yang dijamas mencapai sekitar 70 hingga 80 bilah atau melebihi kapasitas yang semula disiapkan panitia.
"Kami sebenarnya membatasi jumlah pusaka yang dijamas karena proses pengeringan membutuhkan waktu cukup lama. Namun karena masyarakat datang dari berbagai daerah dan antusiasmenya sangat tinggi, kami tetap berupaya melayani semaksimal mungkin," ujarnya.
Setelah pelaksanaan di Kalurahan Gari, rangkaian jamasan tosan aji akan berlanjut di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Gunungkidul, di antaranya Kalurahan Jepitu, Pulutan, Piyaman, Wonosari, dan beberapa lokasi lainnya.
Eddy berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya, baik yang berupa benda maupun nilai-nilai tradisi yang menyertainya.
"Tosan aji bukan hanya sekadar benda pusaka, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan sejarah masyarakat. Karena itu, pelestariannya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar warisan leluhur ini tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," pungkasnya.


0 Komentar