Kapolsek Semanu AKP Pudjijono mengatakan, korban ditemukan setelah pihak keluarga berupaya mencari keberadaannya yang tidak diketahui sejak sore hari.
“Awalnya saksi Suratmi menanyakan keberadaan korban kepada saksi Tri Winarni. Namun saat itu tidak ada yang mengetahui di mana korban berada,” kata AKP Pudjijono.
Karena tidak berada di rumah, keluarga kemudian melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal. Saat menyisir area kebun di belakang rumah, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon jambu mete.
“Setelah menemukan korban, saksi langsung berteriak meminta pertolongan. Saksi lainnya kemudian datang dan mencari sabit untuk memotong tali yang digunakan korban. Korban selanjutnya diturunkan bersama warga sekitar,” ujarnya.
Menurut AKP Pudjijono, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan Polsek Semanu. Saat petugas tiba di lokasi, korban sudah berada di bawah dan pohon tempat korban ditemukan telah ditebang oleh warga.
Petugas kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Semanu II kemudian melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bekas jeratan pada leher dan pupil mata melebar. Namun tidak ditemukan luka pada kepala, tangan, dada, punggung maupun kaki korban,” jelas Kapolsek.
Ia menegaskan, dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan ataupun kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.
“Korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan. Yang terpenting, hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban,” tegas AKP Pudjijono.
Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Dari hasil penyelidikan awal yang kami lakukan, tidak ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain. Peristiwa ini tidak mengarah pada tindak pidana,” pungkasnya.


0 Komentar