Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Alas Pak Bendo, Padukuhan Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari. Korban berinisial S (65), warga Padukuhan Ngelo, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah gubuk ladang.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyatna, menjelaskan korban sehari sebelumnya menyusul istrinya ke ladang. Menjelang Magrib, istrinya mengajak korban pulang, namun korban memilih tetap berada di ladang dengan alasan masih menunggu temannya.
"Pada Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIB, seorang warga yang hendak ke ladang melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di dalam gubuk. Setelah dipastikan bersama warga lain, korban diketahui telah meninggal dunia dan kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Tanjungsari," kata AKP Agus Fitriyatna.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 09.30 WIB, peristiwa serupa kembali terjadi di Padukuhan Glompong, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar. Korban diketahui bernama Sarmi (60), seorang petani.
Kapolsek Nglipar, AKP Aris Sugianto mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang datang ke rumah untuk mengajaknya menghadiri acara makan bersama.
"Karena beberapa kali dipanggil tidak ada jawaban dan pintu rumah terbuka, saksi masuk ke dalam rumah. Saat sampai di dapur, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung lalu berteriak meminta pertolongan warga," ujar AKP Gatot Wahyu Wijaya.
Petugas Polsek Nglipar bersama tim medis Puskesmas Nglipar I kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap jenazah. Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan.
"Menurut keterangan tetangga, korban memiliki riwayat operasi mata sekitar tiga bulan lalu dan diduga mengalami persoalan ekonomi. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kejadian ini murni gantung diri dan pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah," pungkas AKP Gatot Wahyu Wijaya.



0 Komentar