Kapolsek Tepus AKP Suryanto mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB.
Kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WIB salah seorang anggota keluarga meninggalkan rumah untuk pergi ke ladang memanen ketela. Saat kembali sekitar pukul 08.00 WIB, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam rumah. Saksi kemudian meminta pertolongan warga sekitar yang berupaya memberikan bantuan, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Tepus I menyatakan korban telah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
Menurut AKP Suryanto, berdasarkan informasi yang dihimpun dari para saksi, keluarga korban diketahui tengah menghadapi persoalan ekonomi. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
"Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," jelasnya.
Polsek Tepus mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar. Warga yang mengetahui ada kerabat atau tetangga yang mengalami tekanan berat diharapkan segera mengajak mereka mencari dukungan dari keluarga, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, atau layanan profesional agar dapat memperoleh pendampingan yang diperlukan.


0 Komentar