Rumah tersebut diketahui milik Sumarwanto (41), warga Semanu Selatan RT 02/RW 39. Dalam rumah tersebut terdapat lima jiwa, terdiri dari dua anak laki-laki, dua orang dewasa, dan satu lansia. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono menyampaikan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 01.06 WIB. Gempa bumi mengakibatkan teras rumah ambrol dan sejumlah material bangunan rusak.
Kejadian bermula saat penghuni rumah tengah terlelap tidur. Tiba-tiba gempa mengguncang dan disusul suara pecahan asbes dari bagian teras rumah.
“Pemilik rumah terbangun setelah mendengar suara asbes pecah akibat guncangan gempa,” terangnya.
Rumah berukuran 6 x 6 meter tersebut merupakan bangunan yang sebelumnya mendapatkan bantuan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sementara bagian teras yang mengalami kerusakan memiliki ukuran 4 x 6 meter.
"Akibat gempa, teras rumah terlepas dari bangunan induk, sebanyak 16 lembar asbes ukuran 210 sentimeter pecah, serta enam batang kaso patah. Kerusakan tersebut menyebabkan aktivitas keseharian penghuni rumah terganggu karena teras tidak dapat digunakan," jelasnya.
BPBD Kabupaten Gunungkidul bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pemerintah Kalurahan Semanu telah melakukan assessment di lokasi serta menyalurkan logistik pemakanan kepada keluarga terdampak.
Taksiran kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp2,7 juta. Hingga saat ini, BPBD terus memantau dampak gempa di wilayah Gunungkidul dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.


0 Komentar