Acara tersebut dihadiri langsung Direktur Utama PT Wanghot, H. Muji Lestari, didampingi Lurah Gari Widodo, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Momentum ini menjadi penanda dimulainya kembali pembangunan rumah ibadah yang sempat terbengkalai setelah warga menjadi korban janji bantuan fiktif.
Direktur Utama PT Wanghot, H. Muji Lestari, menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Al Huda Gari dilakukan secara nyata dan bertahap agar tidak kembali menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan pembangunan ini benar-benar berjalan. Apa yang dialami warga Gari sebelumnya menjadi pelajaran bersama. Masjid ini akan dibangun dengan komitmen dan tanggung jawab,” ujar H. Muji Lestari di sela kegiatan.
Sementara itu, Lurah Gari Widodo menegaskan bahwa pihak kalurahan akan ikut mengawal proses pembangunan agar berjalan transparan dan sesuai rencana.
“Peristiwa kemarin sangat memukul warga. Hari ini kami ingin memastikan bahwa pembangunan Masjid Al Huda benar-benar dimulai dan dikawal bersama, agar kepercayaan masyarakat bisa pulih,” tegas Widodo.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Gari sempat menjadi korban dugaan penipuan berkedok bantuan pembangunan masjid. Oknum tidak bertanggung jawab menjanjikan pendanaan dengan syarat bangunan masjid lama harus dibongkar total. Namun setelah masjid diratakan, bantuan yang dijanjikan tak pernah terealisasi dan pelaku menghilang tanpa kejelasan.
Kasus tersebut sempat viral di media sosial dan mencuat ke pemberitaan nasional, memicu sorotan tajam terkait lemahnya pengawasan terhadap program bantuan berbasis donasi keagamaan.
Dengan dimulainya pembangunan secara resmi, warga berharap Masjid Al Huda Gari dapat kembali berdiri dan polemik panjang yang sempat mencederai kepercayaan publik dapat segera berakhir. Kehadiran donatur, pemerintah kalurahan, dan tokoh masyarakat dinilai menjadi langkah konkret memulihkan kondisi sosial warga.
Pembangunan Masjid Al Huda Gari diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebangkitan rumah ibadah, tetapi juga pengingat penting agar masyarakat lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok bantuan sosial dan keagamaan.


0 Komentar