Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan tali asih kepada para peternak yang mengalami kerugian akibat kematian ternak karena penyakit menular. Penyerahan bantuan ini menjadi bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah daerah dalam mendampingi peternak yang terdampak wabah penyakit hewan.
Selain tali asih, Bupati juga menyerahkan bantuan fungisida dan pestisida kepada Kelompok Tani Gayamrejo sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian secara menyeluruh.
Dalam arahannya, Bupati Endah Subekti menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam melindungi peternak melalui kebijakan khusus. Ia menyampaikan bahwa Gunungkidul menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki Peraturan Bupati (Perbup) terkait pemberian tali asih bagi peternak yang ternaknya mati akibat penyakit menular.
“Pemerintah hadir untuk mengobati kesedihan petani dan peternak yang kehilangan asetnya. Meskipun nilainya tidak sebanding dengan harga sapi, ini merupakan bentuk rasa kasih sayang pemerintah agar peternak memiliki modal untuk membeli ternak kembali,” ujar Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga meninjau langsung aktivitas kelompok ternak Andini Mulyo yang disebutnya sebagai living lab atau laboratorium hidup bagi peternak dan mahasiswa. Kelompok ini dinilai berhasil mengelola kandang komunal sekaligus mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik.
Namun demikian, para peternak menyampaikan kendala dalam proses pengeringan kotoran sapi saat musim penghujan. Menanggapi hal tersebut, Bupati mengidentifikasi perlunya dukungan berupa alat pengering untuk meningkatkan efektivitas pengolahan limbah di masa mendatang.
Terkait kesehatan hewan, Bupati bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunungkidul mencanangkan Gerakan Bersih Kandang sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), serta lato-lato. Bupati menekankan bahwa kebersihan kandang merupakan kunci utama menjaga kesehatan ternak.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunungkidul Rismiyadi, Ketua Baznas Gunungkidul, Panewu Playen, jajaran Forkopimkap, serta Lurah Bleberan Bambang Fajarudin. Dalam sambutannya, Lurah Bleberan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dan berharap kunjungan tersebut dapat membawa keberkahan serta solusi atas aspirasi para peternak di wilayahnya.
Kunjungan ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah melakukan pendampingan kepada para peternak di lokasi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Endah Subekti juga meluncurkan inovasi layanan peternakan berupa aplikasi “Lapor Ternak”, yang bertujuan mempermudah peternak mengakses layanan kesehatan hewan.
“Melalui aplikasi ini, peternak dapat berkonsultasi dengan dokter hewan hanya dengan memindai barcode yang akan dibagikan di berbagai titik, seperti sistem layanan di sektor pariwisata Gunungkidul,” jelasnya.
Aplikasi tersebut terhubung langsung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan guna memastikan penanganan cepat terhadap ternak yang sakit. Selain itu, Bupati juga menyoroti inovasi pemanfaatan alat pemotong pakan agar sapi dapat mengonsumsi pakan secara optimal tanpa sisa, serta mendorong peternak membuat silase atau bank pakan sebagai langkah antisipasi musim kemarau.
Dalam upaya mencegah penyakit menular, pemerintah daerah juga mencanangkan sejumlah gerakan tambahan, antara lain pemeriksaan sapi secara rutin serta Gerakan “Kamar Mandi Sapi”, yakni penyediaan fasilitas khusus untuk memandikan ternak di setiap kandang, terutama di wilayah yang tidak memiliki akses telaga.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan tali asih kepada tujuh peternak yang ternaknya mati akibat penyakit menular pada bulan ini, dengan tiga orang di antaranya diundang secara simbolis dalam acara tersebut. Salah satu penerima bantuan diketahui kehilangan sapi jenis metal yang telah dipelihara lebih dari delapan tahun.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap dapat meringankan beban peternak sekaligus mendorong peningkatan standar kesehatan dan pengelolaan ternak di Kabupaten Gunungkidul.

0 Komentar