Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Purwono, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan awal terhadap dampak gempa tersebut. Hasil sementara menunjukkan adanya kerusakan pada beberapa bagian bangunan di kompleks Gedung TBG.
“Berdasarkan laporan sementara, terdapat beberapa kerusakan fisik akibat gempa yang terjadi pukul 13.15 WIB,” ujar Purwono.
Adapun kerusakan yang teridentifikasi antara lain plafon auditorium lantai tiga yang ambrol sebagian, serta rangka atap auditorium yang mengalami lendutan atau melengkung. Selain itu, sejumlah genteng dilaporkan jatuh, menyebabkan kaca selasar retak akibat tertimpa genteng.
Tak hanya itu, gempa juga mengakibatkan retak rambut dan retakan terbuka di beberapa tembok gudang, serta penangkal petir yang patah. Kerusakan lain juga terlihat pada pagar Gedung TBG, yang mengalami retak terbuka di beberapa titik.
Purwono menegaskan, meskipun terdapat kerusakan pada bangunan, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian tersebut. Saat ini, BPBD bersama pihak terkait masih melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan dan keamanan bangunan.
“Kami mengimbau agar area yang terdampak kerusakan tidak digunakan terlebih dahulu sampai dilakukan pemeriksaan teknis lebih lanjut demi keselamatan,” tambahnya.
BPBD Gunungkidul juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan bangunan di lingkungan masing-masing akibat gempa bumi tersebut.


0 Komentar