Gerindra Dorong Investasi Masuk Gunungkidul, Tapi Wajib Beri Manfaat untuk Warga

Gunungkidul,(Wartahandayani.com)-— Investasi dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Gunungkidul di tengah semakin terbatasnya ruang fiskal daerah. Namun, investasi yang masuk tidak boleh sekadar membawa modal dan keuntungan bagi investor. Dampak ekonominya harus benar-benar dirasakan masyarakat.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gunungkidul sekaligus Wakil Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul, Rida Musthofa, mengajak seluruh pihak tidak alergi terhadap investasi. Menurutnya, Gunungkidul membutuhkan sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk memperkuat perekonomian daerah.

“Dalam kondisi seperti ini, kita harus mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satunya adalah investasi. Karena investasi bisa menggerakkan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” kata Rida.

Ia menjelaskan, kondisi fiskal daerah saat ini menuntut pemerintah daerah semakin kreatif mencari sumber pendapatan. Penyesuaian transfer dari pemerintah pusat, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), membuat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) semakin penting untuk menopang pembiayaan APBD.

Kondisi serupa juga dirasakan pemerintah kalurahan setelah adanya penyesuaian anggaran Dana Desa. Berkurangnya ruang fiskal tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan kalurahan dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, Rida melihat investasi sebagai salah satu instrumen untuk membuka aktivitas ekonomi baru.

Menurut Rida, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari berapa besar modal yang ditanamkan. Yang jauh lebih penting adalah multiplier effect atau efek berantai yang ditimbulkan bagi perekonomian masyarakat.

Ia menilai sektor industri, khususnya industri pariwisata, memiliki potensi besar menciptakan efek ekonomi tersebut.

Rida mencontohkan berkembangnya kawasan wisata seperti On The Rock di kawasan Pantai Drini. Menurutnya, berkembangnya sebuah destinasi wisata dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.

Mulai dari tenaga kerja lokal, warung makan, UMKM, jasa parkir, pengemudi jeep wisata, hingga berbagai usaha kecil lainnya bisa ikut mendapatkan manfaat.

“Yang harus kita lihat adalah multiplier effect-nya. Jangan hanya melihat investasinya berapa, tetapi lihat juga masyarakat sekitar mendapatkan apa. Ada tenaga kerja yang terserap, warung yang hidup, jasa transportasi bergerak, parkir berkembang dan UMKM ikut mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Ia berharap pola tersebut dapat terus dikembangkan di Gunungkidul. Investasi, kata Rida, harus mampu menjadi lokomotif yang menarik pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, bukan justru membuat warga lokal tersisih.

Meski mendukung investasi, Rida menegaskan dukungan tersebut bukan berarti pemerintah maupun masyarakat boleh mengabaikan aturan.

Setiap investor harus memenuhi ketentuan perizinan, tata ruang, perpajakan, ketenagakerjaan, serta regulasi perlindungan lingkungan.

“Investasi kita sambut baik. Tetapi investasi harus bertanggung jawab. Semua harus mengikuti regulasi yang ada. Jangan sampai investasi menguntungkan secara ekonomi tetapi menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan maupun masyarakat,” tegasnya.

Aspek lingkungan, lanjut Rida, menjadi hal yang sangat penting bagi Gunungkidul. Terlebih, kekuatan utama daerah ini berada pada potensi alam dan pariwisatanya.

Menurutnya, menjaga lingkungan tidak boleh dipandang sebagai hambatan investasi. Justru kelestarian lingkungan merupakan modal utama agar investasi pariwisata dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Kalau kita bicara pariwisata Gunungkidul, yang dijual adalah alamnya. Maka alam harus dijaga. Investasi dan lingkungan harus berjalan bersama,” katanya.

Rida juga mendorong Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menciptakan iklim investasi yang sehat. Kepastian hukum dan pelayanan perizinan yang baik harus berjalan beriringan dengan pengawasan yang ketat.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta tidak terburu-buru memandang investasi sebagai ancaman.

Menurut Rida, selama investasi dilakukan secara terbuka, memenuhi seluruh regulasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat, maka keberadaannya patut didukung.

“Jangan alergi terhadap investasi. Kita butuh pertumbuhan ekonomi. Tetapi investor juga harus memahami bahwa Gunungkidul punya masyarakat, punya lingkungan dan punya aturan yang harus dihormati,” ungkapnya.

Ia menegaskan, sinergi pemerintah, investor dan masyarakat menjadi kunci agar investasi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Gunungkidul.

“Prinsipnya sederhana. Pemerintah memberikan kepastian dan mengawal aturan, investor menjalankan usaha secara bertanggung jawab, dan masyarakat mendapatkan manfaat. Kalau tiga hal ini berjalan, investasi akan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Gunungkidul,” pungkas Rida.

Posting Komentar

0 Komentar