Langkah antisipasi dilakukan oleh jajaran Polsek Semanu. Kapolsek Semanu AKP Pudjijono mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah lokasi sungai tersebut ramai dikunjungi warga dari berbagai wilayah untuk berenang maupun bermain air.
“Lokasi ini sebenarnya bukan objek wisata resmi. Namun karena sempat viral di media sosial, banyak warga yang datang untuk berenang. Kami khawatir jika dibiarkan tanpa pengawasan bisa menimbulkan kecelakaan air,” ujar AKP Pudjijono.
Ia menegaskan bahwa pemasangan banner imbauan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bahaya di lokasi tersebut. Terlebih, kondisi sungai yang dalam dan arus air yang tidak menentu dinilai cukup berisiko bagi pengunjung.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kalurahan Ngeposari Suhartanto mengatakan dirinya turun langsung ke lokasi untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus memasang banner peringatan di sekitar area sungai.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berenang di Kali Ngreneng karena sudah pernah terjadi kasus orang tenggelam di lokasi ini. Banner ini dipasang agar warga yang datang bisa membaca peringatan dan tidak nekat masuk ke sungai,” jelas Suhartanto.
Menurutnya, dalam beberapa pekan terakhir kawasan Kali Ngreneng kerap dipadati pengunjung, terutama pada akhir pekan. Banyak warga datang karena penasaran setelah melihat unggahan video yang beredar di media sosial.
“Kami berharap setelah adanya peringatan ini masyarakat lebih berhati-hati dan tidak menjadikan lokasi ini sebagai tempat wisata dadakan,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda mendatangi lokasi wisata alam yang belum memiliki pengelolaan resmi maupun sistem keamanan yang memadai. Hal ini penting untuk menghindari terulangnya kejadian kecelakaan air yang dapat berujung pada korban jiwa.


0 Komentar