Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono menjelaskan bahwa peristiwa tersebut dipicu kondisi bangunan rumah yang sudah lapuk, kemudian tidak mampu menahan terpaan angin kencang saat hujan deras melanda wilayah setempat.
“Sekitar pukul 08.00 WIB warga mendengar suara keras. Setelah dicek, rumah milik Pak Paimin roboh secara total. Kondisi cuaca saat itu mendung disertai angin cukup kencang,” jelas Purwono.
Rumah yang roboh diketahui merupakan bangunan limasan semi permanen berukuran kurang lebih 8 x 12 meter. Struktur bangunan yang sudah menua diduga menjadi faktor utama robohnya rumah ketika diterpa angin dan hujan.
Korban terdampak dalam kejadian ini adalah Paimin (60), warga Padukuhan Grogol. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, bangunan rumah mengalami kerusakan berat dengan kondisi roboh total.
Berdasarkan data BPBD Gunungkidul, kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp10 juta. Hingga saat ini, tidak ditemukan kerusakan pada sarana prasarana vital maupun fasilitas umum di sekitar lokasi kejadian.
“Penanganan lanjutan masih dalam proses koordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah kalurahan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi,” pungkas Purwono.
BPBD Gunungkidul terus mengingatkan warga, khususnya yang tinggal di rumah dengan kondisi bangunan lama atau rapuh, agar meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan jika terdapat tanda-tanda bahaya demi mencegah kejadian serupa.


0 Komentar