Salah satu korban berinisial F (17), warga Padukuhan Candi VII, Kalurahan Jatiayu, menuturkan bahwa kejadian bermula saat dirinya bersama lima temannya tengah membantu seorang rekan yang kehabisan bahan bakar.
“Total ada enam orang, pakai empat motor, bonceng dua-dua. Salah satu motor brebet, rencananya mau beli bensin ke arah Karangmojo,” ujar F saat ditemui, Kamis (8/1/2026).
Namun, di tengah perjalanan, rombongan mereka tiba-tiba dikejar oleh lima pemuda tak dikenal dari arah belakang. Para pelaku sempat meminta korban untuk berhenti, namun sebelum kendaraan dapat dihentikan, serangan sudah terjadi.
“Langsung diserang. Ada tiga orang yang menyerang saya dan dua teman saya. Dua orang lainnya tidak jadi ikut menyerang karena tahu saya satu desa dengan mereka,” ungkap F.
Saat kejadian, satu korban berhasil menyelamatkan diri dengan berbelok ke rumah warga. Sementara dua korban lainnya berhasil melarikan diri dengan memacu sepeda motor menjauh dari lokasi kejadian.
Akibat penyerangan tersebut, F mengalami luka lecet di bagian pundak belakang. Sementara temannya berinisial M (16) mengalami luka di bagian pelipis mata, dan W (16) menderita luka pada bagian tangan.
F mengaku mengetahui wajah para terduga pelaku, namun tidak mengenal identitas mereka secara pasti. “Perkiraan umurnya sekitar 20-an tahun,” katanya.
Menurut pengakuan korban, senjata yang digunakan diduga berupa keling dan besi berukuran sebesar jari kelingking orang dewasa. Hingga kini, korban tidak mengetahui motif di balik penyerangan tersebut.
“Saya tidak tahu salah kami apa. Dugaan saya mereka dalam kondisi mabuk atau di bawah pengaruh alkohol,” imbuhnya.
Atas kejadian itu, F bersama teman-temannya telah melaporkan peristiwa penyerangan tersebut ke Polres Gunungkidul. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas dan menangkap para pelaku.


0 Komentar