Bupati Gunungkidul dan BI Resmikan Irigasi di Bulak Wonorejo


PLAYEN (Wartahandayani.com)_Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Salah satu upaya konkret tersebut diwujudkan melalui peresmian sumber irigasi dan peluncuran gerakan tanam bawang merah di Bulak Wonorejo, Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen.

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, pada Rabu (28/1/2026). Sumber irigasi berupa sumur bor tersebut mampu mengairi lahan pertanian hingga seluas tiga hektare dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian setempat.

Kegiatan ini turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Hermanto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi, serta Lurah Dengok Suyanto. Acara tersebut menjadi momentum penting bagi kelompok tani Sido Rukun dan Sido Raharjo dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian mereka.

Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto, menegaskan bahwa keterlibatan Bank Indonesia dalam sektor pangan merupakan bagian dari amanah undang-undang untuk menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah komoditas strategis seperti bawang merah, cabai, dan beras kerap menjadi pemicu inflasi pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Harapan kita, angka inflasi di Gunungkidul yang pada tahun 2025 terjaga di angka 2,93 persen hampir sama dengan inflasi nasional sebesar 2,92 persen dapat terus stabil di tahun-tahun mendatang,” ujar Hermanto.

Selain menjaga harga di tingkat konsumen, BI juga berkomitmen melindungi harga di tingkat produsen agar tidak jatuh saat musim panen. Dukungan BI diwujudkan melalui penyediaan demplot, benih unggul, pelatihan sertifikasi, hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).




Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memberikan apresiasi tinggi kepada para petani yang ia sebut sebagai “Pahlawan Pangan”. Menurutnya, peran petani sangat vital dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi nasional.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan petani, baik melalui pendekatan teknokratis maupun politis, agar sarana dan prasarana pertanian dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Kunci dari pertanian adalah air. Dengan diresmikannya sumur bor ini, diharapkan pasokan air semakin lancar sehingga produktivitas pertanian meningkat,” ungkap Bupati Endah usai prosesi penyerahan simbolis bantuan insektisida.

Ia juga mendorong para petani untuk bangga terhadap profesinya, mengingat ketahanan nasional sangat bergantung pada sektor pertanian.

Ke depan, Kalurahan Dengok direncanakan akan menerima bantuan program Lumbung Mataraman. Program ini diproyeksikan menjadikan Dengok sebagai pusat pembelajaran pertanian atau "living laboratory" yang dilengkapi fasilitas pendukung, seperti joglo limasan, guna menumbuhkan semangat bertani di kalangan masyarakat.

Lurah Dengok, Suyanto, menyampaikan terima kasih atas berbagai bantuan yang telah diberikan, mulai dari sumur bor hingga alat dan mesin pertanian. Ia berharap Kalurahan Dengok dapat berkembang menjadi wilayah yang subur, makmur, dan mampu mencapai swasembada pangan.

“Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta aparat TNI dan Polri diharapkan dapat terus berlanjut untuk menjaga keamanan distribusi pangan dan kestabilan harga, terutama menjelang momen penting seperti Ramadan dan Idul Fitri,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar