Politik Edan: Calon Dewan Perwakilan Kawula salah satu Kegelisahan Dagelan Mataram Gondomaruto Di Acara Merti Desa

 


Di acara Merti Desa hari pertama ini banyak kejutan-kejutan seni pertunjukan yang mengejutkan bagi penonton. Terutama dari sisi seni pertunjukan masyarakat di Hargosari mempunyai potensi seni dan seniman-seniman daerah yang terkenal. Dari pertama Merti Desa ini, diawali oleh kegiatan pertunjukan gejok lesung dan diakhir oleh pertunjukan dagelan mataram.

Dagelan mataraman Gondomaruto salah satu dagelan yang di isi oleh seniman-seniman ketoprak Gunungkidul, dagelan ini beda dari yang lain bagi kami. Sebagaimana kemasan pertunjukan dan kritik sosial tidak bisa dilepaskan dari pertunjukan dagelan mataram Gondomaruto. Kritik sosial yang dibangun dalam pertunjukan ini, ialah tentang politik edan. Bagi komunitas dagelan mataram saat ini posisi politik dalam fasenya politik edan, sebagaimana politik edan ini banyak tokoh-tokoh politik dan figur politik lebih mementingkan diri sendiri. Bahkan lupa dengan kebutuhan dan harapan masyarakat lima tahun kedepannya.

Persoalan dan kegelisahan ini Godomaruto mempertunjukkan karya Dagelan Mataram Politik Edan. Meskipun membawakan tema politik, bagi dagelan mataram Godomaruto politik itu menyenangkan. Bahkan dari segi pertunjukan membawakan canda tawa yang lepas antara penonton dan pemain. Tujuan Godomaruto dalam karya ini ia, ingin mengajak ke masyarakat politik itu jangan dijadikan pemecah belah masyarakat akan tetapi mempersatukan masyarakat. Memang bagi sutradara Harmanto politik saat ini politik edan dan luwih edan. Sebagaimana kita ketahui akhir-akhir ini politik uang sering digunakan untuk alat mencari kekuasaan. Bahkan tidak heran Calon Dewan Perwakilan Rakyat rela mencari pinjaman dana untuk melakukan politik uang. Dan tidak heran juga setelah masa politik ini berlalu banyak masyarakat yang luwih edan.

Tujuan karya ini bagi Sutradara Harmanto ingin memberikan pendidikan tentang pemilihan calon pemimpin dan calon wakil rakyat, jangan melihat uang akan tetapi melihat bobotnya calon pemimpin kita. Biarkan lah yang edan para-para tokoh politik yang gugur di tengah politik, tapi sebagai masyarakat menjadilah masyarakat desa yang penuh rasa kasih sayang.

Sutradara Harmanto, Pemain: Tedjo, Kupli Gendu, Boso, Erwin, Akiri, Sawer, Yuniar, Nuning, Hendro, Edi, Rubenin. 

Posting Komentar

0 Komentar