Mengabungkan Kebudayaan Diera Milenial Dengan Tema Gunungkidul Bisa Apa - WARTA HANDAYANI

WARTA HANDAYANI

AKURAT-MENGINSPIRASI-BERBUDAYA

Iklan

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1441 H,MOHON MAAF LAHIR & BATIN

Senin, 09 Desember 2019

Mengabungkan Kebudayaan Diera Milenial Dengan Tema Gunungkidul Bisa Apa


WONOSARI (Wartahandayani.com)_Minggu malam 08/12/2019 .Bertempat di angkringan Mrikiniki ngopi bersama budayawan muda SB Pratomo yang memiliki Rumah Budaya Jati Semi Padukuhan Jirak RT 01 Rw 04 Desa Jirak Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul

Dalam obrolan yang cukup asik tentang pengabungan era milenial dengan Kebudayaan yang ada,hadir juga inisiator Gunungkidul Bisa Apa( Daniel dan Bowo) ,yang saling lempar pertanyaan tentang kalangan anak muda tentang kebudayaan

SB Pratomo (sering orang sebut dengan sapaan Bayu)selalu narasumber pada malam itu sedikit cerita yang diungkapkan tentang  Kebudayaan yang diusung dengan konsep Ingkungnya dan Pranotomongso (Kaidah waktu)


Untuk ingkung sendiri memamg melekat erat dengan budaya yaitu mulai dari pemilihan ayam nya yang harus standar ingkung,dari mulai usia ayam, jenis ayam,dan cara memasak ayam,bahkan orang yang memasknya juga harus bersih (Bersih sendiri diartikan dalam keagamaan kalau wanita yang memasak posisi lagi datang bulan tidak afdol atau sah ingkung itu) "terang Bayu

Dalam tema Kebudayaan Gunungkidul Bisa Apa banyak yang harus di mengerti istilah-istilah budaya,karena budaya tidaklah hanya sebatas karya seni pertunjukan ataupun berpaiakan namun budaya bisa diartikan banyak hal ,mulai dari kerukunan,tegursapa,saling bergotongroyong, adapun bisa dikonsep menjadi keragaman,serta kolaborasi,menginggat diera milenial seperti ini tidak mungkin pendekatan anak muda untuk mengenal lebih dalam tentang Kebudayaan yang sebebarnya" imbuhnya

Kebudayaan bukan dari nilai seni pertunjukannya tetapi bagaimana cara mencintai budaya dengan hati dan ketukusan dan tidak dikendalikan oleh arus industri seperti saat ini,ungkap bayu disela-sela ngobrol sambil menikmati secangkir teh poci


Bagaimana cara kebudayaan tetap terjaga dan akan selalu dimengerti dan dikenal di era milenial ini ,harus memadukan konsep jiwa muda yang dikelilingi berbagai kegiatan modern ataupun alat modern,maka dari itu memperkenalkan bagaimana cara memadukan konsep budaya yang ada di era mikenial "kata Daniel

Nah Gunungkidul Bisa Apa kita ambil dari Bhinika tunggal ika,seperti saat ini dalam melestarikan budaya tanpa harus merusak ataupun merubah nilai-nilai budaya yang ada,contoh dari agama dilokasi yang sama mulai dari agama islam,kristen,hindu jadi satu dalam melestarikan kebudayaan"ungkap Bowo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Pages