Enam Padukuhan Gelar Tradisi Minta Hujan Didua Lokasi Berbeda - WARTA HANDAYANI

WARTA HANDAYANI

AKURAT-MENGINSPIRASI-BERBUDAYA

Iklan

Silahkan Pasang Iklan Disini

Senin, 09 Desember 2019

Enam Padukuhan Gelar Tradisi Minta Hujan Didua Lokasi Berbeda

PANGGANG (Wartahandayani.com)_Turunnya hujan yang tidak menentu di sebagian wilayah Gunungkidul .Senin sore 09/12/2019 warga padukuhan Doplang Desa Girikarto Kecamatan Panggang melakukan Tradisi minta hujan dalam satu hari di dua lokasi yang berbeda dalam lingkup satu Desa Girikarto ,lokasi pertama di Petilasan Paseban dan di Masjid Sunan Kalijaga masjid tertua yang ada di Desa Girikarto

Tradisi minta hujan hampir setiap desa menlakukannya menurut kepercayaan masig-masing dengan harapan tetap sama dengan disegerakan musim hujan normal layak nya musim penghujan,adapun turun hujan sesekali tidak menjamin adanya pasokan air yang amat sangat dibutuhkan disetiap orang mulai untuk kebutuha. Sehari-hari sampai untuk warga masyarakat Gunungkidul yang mayoritas petani


Acara yang dipimpin tokoh pemuka adat setempat Samsidik menjadi imam dalam memanjatkan doa bersama ,yang bertujuan keselamatan warga masyarakat Desa Girikarto serta disegerakan hujan

Sembilan ingkung disiapkan mewakili enam padukuha mulai dari Padukuhan Doplang,Bedug,Karang,Wiloso,Dawung,Pundung berdoa bersama untuk disegerakan hujan seperti yang diharapkan oleh banyak masyarakat di Gunungkidul serta warga masyarakat yang khususnya para petani


Acara yang dihadiri Kepala desa Girikarto (Tuyadi),Babinsa Desa Girikarto (Rohmad Suyudi),Sesepuh keraton Ngayojokarto Raden Mas Kukuh Hertriasning,RPKY,Kepala Dusun Se Desa Girikarto,Tokoh masyarakt dengan harapan disegerakan hujan ,agar keresahan warga masyarakat Gunungkidul khususnya Desa Gitikarto tidak resah dengan kemaru panjang yang mengakibatkan krisis air bersih serta tanaman yang pada mati karena kekurangan asupan air dalam tanah

Tuyadi Kepala desa Girikarto menuturkan kepada Wartahandayani.com bawah keresahan warga mensikapi musim yang tidak menentu mengakibatkan banyak pihak merasa prihatin,mulai distribusi Air Bersih untuk kebutuhan sehari-hari sampai pasokan air untuk tanaman para petani

"Semoga dengan tradisi ini secepatnya akan turun hujan yang normal dan tidak berdampak berkepanjangan ,menginggat air sangat penting untuk kebutuhan sehari-hari adapun hujan yang turun beberapa saat belum bisa memenuhi kebutuhan untuk warga masyarakat yang sebagian besar petani,karena hampir 60%warga masyarakat desa Girikarto terancam gagal panen" imbuhnya


Acara ini tidak semata-mata melestarikan adat tradisi dan budaya,tetapi bentuk melestarikanya guyub rukun serta rasa Gotongroyong yang masih selalu melestarikan budaya "pungkasnya

Titik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Pages