Ribuan Warga Gunungkidul Tumpah Ruah, Pentas Saleho dan Ngestirahayu Ditampilkan Meriahkan HUT TNI dan Hari Jadi Gunungkidul

Wonosari, (Wartahandayani.com)--Suasana Lapangan Ksatrian Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, mendadak dipenuhi lautan manusia, Senin (5/10/2026) malam. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru wilayah Gunungkidul berkumpul untuk menikmati pentas budaya yang digelar Kodim 0730 Gunungkidul dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 TNI sekaligus Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196.

Pentas budaya tersebut berlangsung semarak dengan menghadirkan dua grup kesenian yang tengah digandrungi masyarakat, yakni Ngestirahayu dan Saleho Karya Budaya. Penampilan keduanya berhasil menyedot perhatian masyarakat yang sejak sore mulai berdatangan ke lokasi.

Dentuman musik, atraksi para seniman, serta antusiasme penonton membuat suasana malam itu semakin meriah. Masyarakat tampak menikmati setiap penampilan yang disuguhkan. Tak sedikit warga yang ikut bernyanyi, berjoget, hingga mengabadikan momen menggunakan telepon seluler mereka.

Penampilan Ngestirahayu menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Dengan sajian seni yang energik dan penuh kreativitas, para penampil mampu membangun interaksi dengan ribuan penonton. Suasana semakin pecah ketika penonton memberikan sambutan meriah pada setiap bagian pertunjukan.

Tak kalah menarik, Saleho Karya Budaya juga tampil memukau. Grup kesenian tersebut berhasil membawa nuansa budaya lokal ke tengah pesta rakyat. Perpaduan musik, seni pertunjukan dan kekompakan para pemain membuat penonton bertahan hingga acara berlangsung.

Malam itu bukan sekadar pertunjukan hiburan. Ribuan masyarakat dari berbagai kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul seolah menyatu dalam satu ruang kebersamaan, merayakan dua momentum penting sekaligus, yakni HUT ke-81 TNI dan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196.

Kemeriahan tersebut juga semakin lengkap dengan hadirnya Gunungkidul Fair 2026, pasar malam modern yang digelar Berkah Ria 08 sejak 19 September hingga 10 Oktober 2026.

Gunungkidul Fair tidak hanya menawarkan wahana hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Berbagai produk dan jajanan masyarakat turut meramaikan kawasan pasar malam tersebut.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan kesenian lokal yang ditampilkan Sanggar Satrio Kencoco sejak 29 September hingga 3 Oktober 2026.

Kolaborasi antara pentas budaya, pasar malam modern, kesenian lokal dan UMKM tersebut menjadikan kawasan Ksatriaan Wonosari sebagai salah satu pusat keramaian masyarakat Gunungkidul selama rangkaian perayaan berlangsung.

Melalui kegiatan tersebut, TNI kembali menunjukkan bahwa keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam berbagai momentum kebersamaan.

TNI ingin terus membangun kedekatan dengan masyarakat, mengayomi dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Salah satunya dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, menikmati hiburan serta memperkenalkan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Pemberian ruang bagi UMKM dalam Gunungkidul Fair juga menjadi bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat. Pelaku usaha mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produknya, sementara masyarakat memperoleh hiburan yang dapat dinikmati bersama keluarga.

Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang malam. Lapangan Ksatriaan Wonosari dipenuhi masyarakat yang datang dari berbagai wilayah. Meski jumlah pengunjung mencapai ribuan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung meriah, aman dan kondusif.

Pentas budaya Kodim 0730 Gunungkidul tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa perayaan HUT TNI dan Hari Jadi Gunungkidul bukan hanya tentang seremoni, tetapi juga tentang membangun kebersamaan, merawat budaya lokal, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.

 

Posting Komentar

0 Komentar