Kepala UPT Damkar Kabupaten Gunungkidul, Handoko, mengatakan kebakaran terjadi ketika pemilik kandang sedang membersihkan kotoran dan sampah di sekitar kandang. Setelah selesai membersihkan, Sutrisno meninggalkan lokasi untuk mandi.
"Setelah ditinggal mandi, tiba-tiba api membakar kandang. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berteriak dan melaporkan kebakaran kepada petugas Damkar," kata Handoko, Minggu (30/8/2026).
Mendapat laporan tersebut, petugas Damkar bersama TRC BPBD Gunungkidul, relawan, dan warga langsung menuju lokasi. Petugas kemudian melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul.
Kandang yang terbakar merupakan bangunan kayu berukuran sekitar 4 x 9 meter. Api menghanguskan sekitar 90 persen bagian bangunan sehingga kandang tersebut kini tidak dapat digunakan.
Beruntung, sebanyak 19 ekor kambing yang berada di dalam kandang berhasil diselamatkan. Seluruh ternak kemudian dievakuasi dan diungsikan ke lahan terbuka.
"Untuk korban jiwa tidak ada. Kambing yang ada sebanyak 19 ekor juga tidak ada yang mati," jelasnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas mengerahkan dua unit armada Blambir. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan dan assessment di lokasi.
"Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp4 juta," pungkas Handoko.


0 Komentar