Pekan Raya Gunungkidul 2026 Hadirkan Hiburan Meriah dan Festival Kesenian, Ribuan Pengunjung Padati Lapangan Kesatrian


WONOSARI,(Wartahandayani.com)_Pekan Raya Gunungkidul 2026 menjadi magnet hiburan masyarakat. Event yang digelar di Lapangan Kesatrian Gunungkidul ini selalu dipadati pengunjung setiap malamnya sejak resmi dibuka pada 23 Mei 2026 lalu.

Ratusan hingga ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Gunungkidul maupun luar daerah tampak memadati area pasar malam untuk menikmati beragam wahana permainan, kuliner, hingga pertunjukan seni budaya yang disuguhkan panitia.

Pekan raya yang akan berlangsung hingga 14 Juni 2026 tersebut menghadirkan konsep hiburan rakyat modern berpadu dengan pelestarian budaya lokal. Tidak hanya menjadi tempat rekreasi keluarga, kegiatan ini juga menjadi ajang pemberdayaan UMKM dan hiburan masyarakat lintas generasi.

Berbagai wahana permainan modern menjadi daya tarik utama bagi pengunjung, terutama anak-anak dan remaja. Sejumlah wahana favorit seperti roller coaster, biang lala, kora-kora, tong stand, serta berbagai permainan ekstrem lainnya terlihat ramai dipadati antrean pengunjung setiap malam.

Gemerlap lampu warna-warni dan suara musik yang menggema di area pasar malam menambah semarak suasana Lapangan Kesatrian. Banyak warga datang bersama keluarga untuk menikmati hiburan sekaligus menghabiskan waktu libur malam.

Selain wahana permainan, area pekan raya juga dipenuhi stand UMKM dan kuliner lokal yang menjajakan berbagai produk unggulan masyarakat Gunungkidul. Mulai dari makanan tradisional, jajanan modern, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lokal turut meramaikan kegiatan tersebut.

Menariknya, mulai 1 Juni hingga 7 Juni 2026, penyelenggara menghadirkan Festival Kesenian dalam rangka Pasar Malam Pekan Raya Gunungkidul hasil kerja sama Kodim 0730/GK, Korem 072/PMK, dan Berkah Ria 08.

Festival kesenian tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan budaya dan hiburan rakyat setiap malam mulai pukul 20.30 WIB hingga selesai secara gratis untuk masyarakat umum.

Pada Senin (1/6/2026), pertunjukan dibuka dengan penampilan jathilan dari Satrio Mataram. Kemudian Selasa (2/6/2026) dilanjutkan tari gedruk oleh RGM.

Sementara pada Rabu (3/6/2026), masyarakat akan disuguhkan pertunjukan barongan dari Sanggar Barong Among Rogo Kusumo. Lalu Kamis (4/6/2026) dan Jumat (5/6/2026) digelar rampak barong dan rampak barong kolaborasi yang dipastikan semakin memeriahkan suasana malam di Lapangan Kesatrian.

Pada Sabtu (6/6/2026), giliran Sanggar Tari Sekar Melati tampil membawakan berbagai tarian tradisional. Sedangkan Minggu (7/6/2026) menjadi malam puncak Pekan Raya Gunungkidul yang diperkirakan akan dipadati lebih banyak pengunjung.

Selain pertunjukan seni budaya, festival ini juga menghadirkan pameran keris, kontes otomotif motor, stand produk unggulan daerah, wahana permainan keluarga, serta pasar malam modern yang menjadi pusat keramaian setiap malamnya.

Kegiatan ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pedagang kecil, UMKM, hingga pelaku seni lokal.

Pekan Raya Gunungkidul menjadi ajang kreativitas budaya sekaligus penggerak ekonomi rakyat. Tentunya menghadirkan hiburan yang merakyat namun tetap mengangkat potensi budaya lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Banyak pengunjung mengaku sengaja datang bersama keluarga karena selain tiket masuk yang gratis, hiburan yang disajikan juga lengkap dan cocok untuk semua usia.

Dengan perpaduan antara hiburan modern, festival budaya, dan pemberdayaan UMKM, Pekan Raya Gunungkidul 2026 di Lapangan Kesatrian diperkirakan masih akan terus dipadati pengunjung hingga penutupan pada 14 Juni mendatang.

Posting Komentar

0 Komentar