Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa turun langsung meninjau proses pembangunan rumah milik Mbah Waluyo (70), seorang lansia yang selama ini hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Rumah yang ditempati Mbah Waluyo sebelumnya hanya berupa bangunan sederhana beralaskan tanah dengan dinding terbuat dari terpal plastik dan kayu seadanya bantuan dari desa. Lansia tersebut diketahui tinggal seorang diri setelah istrinya merantau ke Lampung sebagai buruh pemetik kopi, sementara keempat anaknya telah berkeluarga dan menetap di luar Pulau Jawa.
Melihat kondisi tersebut, Polres Gunungkidul bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Pemerintah Daerah, serta perangkat kalurahan dan padukuhan setempat bergotong royong membangun rumah layak huni bagi Mbah Waluyo.
Pembangunan dilakukan secara swadaya dan melibatkan warga sekitar yang turut membantu proses pengerjaan rumah agar dapat segera ditempati dengan nyaman dan aman.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Damus Asa menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga harus memiliki kepedulian sosial terhadap kondisi warga di lingkungan sekitar.
“Polri dituntut untuk selalu tanggap dengan situasi yang ada di sekitar. Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di lapangan harus selalu hadir di setiap kegiatan ataupun menjadi problem solver atas keresahan yang ada di masyarakat,” ujar AKBP Damus Asa.
Ia menambahkan, momentum HUT Bhayangkara ke-80 menjadi wujud komitmen Polres Gunungkidul untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan.
Program bedah rumah tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat karena dinilai mampu membantu warga kurang mampu memperoleh hunian yang lebih layak dan sehat.


0 Komentar