Dana Masjid Rp13 Juta Digondol Maling, Bendahara Pilih Ganti Sendiri


Semin,(Wartahandayani.com)--Pagi yang seharusnya berjalan biasa berubah menjadi pukulan berat bagi Dani Susanto. Bendahara pembangunan Masjid Al-Uswah di Padukuhan Bangunsari, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin itu mendapati dana sebesar Rp13 juta lenyap tanpa jejak dari rumahnya, Senin (5/5/2025).

Uang tersebut bukan sekadar simpanan pribadi. Di dalamnya ada titipan para donatur—amanah yang selama ini ia jaga untuk keberlangsungan pembangunan masjid yang sudah diperjuangkan bertahun-tahun.

Peristiwa itu terungkap sekitar pukul 08.00 WIB, saat Dani hendak memastikan kembali keberadaan uang yang sebelumnya ia simpan dalam tas. Kecurigaan berubah menjadi kepastian pahit: uang itu sudah tidak ada.

Sehari sebelumnya, Dani sempat memindahkan tas berisi uang ke kamar di rumah bagian barat. Ia tengah bersiap menerima tamu yang rencananya akan menginap. Kamar pribadinya di sisi timur dibersihkan dan dikosongkan, sementara barang-barang penting dipindahkan ke kamar lain agar tetap aman.

Namun rencana tinggal rencana. Tamu batal datang. Dani pun kembali menempati kamar semula di sisi timur bersama kedua orang tuanya. Tanpa disadari, keputusan itu justru membuat rumah bagian barat kosong tanpa aktivitas—celah yang diduga dimanfaatkan pelaku.

Pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela dan menyisir dua kamar di rumah sisi barat. Yang mengejutkan, pencuri tidak menyentuh barang berharga lain. Emas, perangkat elektronik, hingga kendaraan tetap utuh. Hanya uang tunai yang menjadi target.

“Yang hilang hanya uang. Yang lain tidak diambil,” kata Dani.

Polsek Semin telah menerima laporan dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi menduga aksi terjadi pada rentang waktu tengah malam hingga dini hari, saat kondisi sekitar relatif sepi.

Bagi Dani, kehilangan ini bukan sekadar angka. Pembangunan Masjid Al-Uswah sendiri lahir dari perjalanan panjang jamaah, termasuk konflik yang pernah terjadi terkait tempat ibadah lama. Bahkan untuk memulai pembangunan, ia harus berani mengambil pinjaman bank yang hingga kini masih dicicil.

Kini, beban itu bertambah.

“Awalnya saya hanya fokus melunasi pinjaman. Sekarang harus mengganti uang yang hilang, sementara pembangunan juga belum selesai,” ujarnya dengan nada berat.

Di tengah tekanan tersebut, Dani mengambil keputusan yang tidak mudah: ia memilih bertanggung jawab penuh atas hilangnya dana tersebut, meski harus mengorbankan kondisi keuangan pribadinya.

“Ini amanah. Saya tidak bisa lepas tangan. Pembangunan masjid harus tetap jalan,” tegasnya.

Ia berharap kasus ini segera terungkap dan pelaku bisa dimintai pertanggungjawaban. Namun lebih dari itu, harapan utamanya tetap sederhana—Masjid Al-Uswah bisa berdiri dan menjadi tempat ibadah yang layak bagi warga.

Di tengah kehilangan, satu hal yang tetap berdiri tegak adalah komitmen. Saat uang bisa dicuri, kepercayaan dan tanggung jawab justru tak tergoyahkan.

Posting Komentar

0 Komentar