Jelang Rasulan, Warga Munggi dan Wareng Lestarikan Tradisi Kirim Ndowo


SEMANU (Wartahandayani.com)_Menjelang perayaan Rasulan atau bersih dusun, warga Padukuhan Munggi dan Padukuhan Wareng, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul menggelar tradisi kirim ndowo sebagai wujud syukur atas hasil panen. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Padukuhan Munggi, Minggu (19/04/2026) siang.

Tradisi kirim ndowo merupakan bagian dari rangkaian adat bersih dusun yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam kegiatan ini, warga secara gotong royong membawa aneka hasil bumi serta berbagai jenis makanan untuk didoakan bersama sebelum kemudian dinikmati secara bersama-sama.

Dukuh Munggi, Nur Indra Wahyudi, menjelaskan bahwa pelaksanaan kirim ndowo tahun ini dilakukan di dua padukuhan sekaligus, yakni Munggi dan Wareng, karena rangkaian bersih dusun di kedua wilayah tersebut memang selalu dilaksanakan bersamaan.

“Kirim ndowo ini dilaksanakan di dua tempat, yaitu Padukuhan Munggi dan Wareng. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan bersih dusun yang waktunya sekitar 35 hari atau selapan dino sebelum hari puncak, yang jatuh pada Minggu Legi mendatang,” jelasnya.

Menurutnya, tradisi ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Suasana kebersamaan terlihat kental saat warga berkumpul, berdoa, dan menikmati hidangan secara bersama-sama.

Lebih lanjut, Indra Wahyudi menegaskan bahwa kirim ndowo merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan perlu terus dijaga keberlangsungannya. Selain mengandung makna spiritual, kegiatan ini juga mencerminkan kuatnya nilai gotong royong di tengah masyarakat pedesaan.

“Kegiatan seperti kirim ndowo sangat penting untuk menjaga jati diri budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga,” ujarnya.

Ia pun berharap generasi muda dapat terus melestarikan tradisi tersebut agar tidak tergerus perkembangan zaman. Dengan demikian, nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kirim ndowo tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Melalui pelaksanaan kirim ndowo ini, warga tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dalam menyongsong puncak perayaan Rasulan yang akan digelar dalam waktu dekat.

Posting Komentar

0 Komentar