Korban baru menyadari kotak sumbangan tersebut raib pada Minggu (19/04) sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, ia hendak menunaikan salat subuh sebelum anaknya menanyakan keberadaan kotak amplop.
“Saya langsung kaget, karena sebelumnya merasa kotak itu aman di dalam rumah. Ternyata sudah tidak ada,” ujar Sajio dengan nada masih terpukul.
Kehilangan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Playen pada Minggu malam. Dugaan pencurian pun langsung mencuat di tengah warga.
Namun, kejutan kembali terjadi keesokan harinya. Pada Senin pagi (20/04), sebuah kotak mencurigakan ditemukan di area ladang tak jauh dari rumah korban.
Penemuan itu pertama kali diketahui oleh Sri Mulyani, pemilik kebun setempat. Ia mengaku awalnya hanya hendak mencari rumput sekitar pukul 08.00 WIB, sebelum matanya tertuju pada sebuah kotak di semak-semak.
“Saya curiga karena mirip kotak amplop hajatan. Tapi tidak berani mendekat lama-lama, jadi saya langsung lapor ke Pak Sajio,” jelasnya.
Setelah diperiksa bersama, kotak tersebut dipastikan merupakan milik korban. Meski sudah ditemukan, kondisi isi kotak masih menjadi bagian dari penyelidikan pihak kepolisian.
Kapolsek Playen, AKP Sofyan Susanto membenarkan bahwa kasus itu memang terjadi wilayah hukum Polsek Playen. Kotak sumbangan yang hilang tersebut diketahui berisi sekitar 300 amplop dengan total uang diperkirakan mencapai Rp15 juta.
Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang cukup besar. Hingga saat ini, pelaku pencurian masih dalam tahap penyelidikan.
“Kasus ini masih kami dalami. Kami telah melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk mengungkap pelaku,” imbuhnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menyimpan barang berharga atau uang dalam jumlah besar di dalam rumah, guna menghindari tindak kejahatan serupa.
Saat ini, aparat kepolisian terus mengumpulkan keterangan dari para saksi serta melakukan penelusuran guna mengungkap pelaku pencurian tersebut.


0 Komentar