Kegiatan budaya tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan 11 padukuhan yang masing-masing membawa gunungan berisi hasil bumi. Gunungan-gunungan itu kemudian diarak menuju Balai Kalurahan Sidoharjo dengan pengawalan bergada perempuan, menciptakan suasana tradisional yang kental dan menarik perhatian masyarakat.
Lurah Sidoharjo, Evi Nurcahyani, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Manunggal Karep Mukti Bareng-bareng”. Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun kalurahan agar semakin maju dan sejahtera.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama mendorong kemajuan Kalurahan Sidoharjo,” ujar Evi.
Setibanya di balai kalurahan, kegiatan dilanjutkan dengan upacara adat Dumadining Sidoharjo ke-78 yang diikuti oleh pamong kalurahan serta ratusan warga. Prosesi berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjalanan panjang kalurahan.
Usai upacara, acara dilanjutkan dengan pentas seni tradisional yang semakin menambah semarak peringatan. Puncaknya, masyarakat melakukan rayah gunungan atau berebut hasil bumi yang sebelumnya diarak. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan akan keberkahan.
“Antusiasme warga luar biasa. Mereka dengan penuh semangat membawa hasil panen untuk dijadikan gunungan, lalu bersama-sama merayahnya sebagai wujud syukur,” imbuh Evi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, Sigit Purnomo. Ia mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya.
Menurutnya, kegiatan seperti kirab gunungan dan pentas seni tidak hanya mempererat solidaritas warga, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai budaya lokal.
“Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak bisa melihat langsung kesenian tradisional, sehingga ke depan mereka tertarik untuk ikut melestarikannya,” ujar Sigit.
Ia juga berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam peringatan hari jadi ini dapat terus dijaga oleh masyarakat.
“Semoga masyarakat Sidoharjo semakin kompak, bersatu nyawiji sengkut gumregut, mbandol ngrompol. Dengan gotong royong, saya yakin Sidoharjo akan semakin maju,” tambahnya.
Rangkaian peringatan hari jadi ke-78 Kalurahan Sidoharjo sendiri masih akan berlanjut hingga 22 April 2026. Sebagai penutup, akan digelar doa bersama lintas agama serta pengajian akbar yang menghadirkan Ustaz H. Sutarjo bersama CS Islami Kamilasada.
Pemerintah kalurahan pun berharap momentum ini mampu memperkuat persatuan masyarakat serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Sidoharjo.

0 Komentar