Titiek Soeharto Salurkan 1.000 Bibit Tanaman di Mulo, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga


WONOSARI (Wartahandayani.com)_Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menyalurkan sebanyak 1.000 bibit tanaman dalam kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) rehabilitasi hutan dan lahan yang digelar di Balai Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (3/3/2026).

Bibit yang dibagikan terdiri dari berbagai jenis tanaman buah, antara lain alpukat, nangka, durian musang king, dan kelengkeng. Bantuan tersebut diterima oleh kelompok masyarakat di wilayah Kalurahan Mulo serta sejumlah kelompok tani di Kecamatan Turi.

Dalam sambutannya, Titiek Soeharto menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mendukung percepatan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian warga melalui hasil panen buah-buahan. Ia menyoroti kondisi Yogyakarta yang dikenal dengan kuliner gudeg, namun dalam praktiknya bahan baku nangka masih sering didatangkan dari luar daerah.

“Karena itu kami juga membagikan bibit nangka. Paling tidak setiap rumah tangga bisa memiliki satu pohon nangka. Selain hutannya lestari, pekarangan rumah juga ikut hijau dan produktif,” ujarnya.

Titiek berharap para peserta bimbingan teknis dapat menjadi agen perubahan dengan menularkan semangat menanam pohon kepada masyarakat lain yang belum mengikuti kegiatan tersebut.

“Kalau bibitnya kurang, bisa minta lagi. Harapannya semakin banyak warga yang mau menanam dan merawat pohon,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan RI, Diah Murtiningsih, menegaskan pentingnya kegiatan penanaman pohon di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di berbagai daerah.

Menurutnya, rehabilitasi hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kekritisan lahan cukup tinggi. Penanaman pohon di area terbuka dinilai mampu menyerap air secara optimal, menjaga keseimbangan lingkungan, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Jenis tanaman kami sesuaikan antara yang ditanam di dalam dan di luar kawasan hutan. Pemerintah mendukung kegiatan rehabilitasi ini dengan menyiapkan bibit-bibit yang sesuai agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” jelas Diah.

Kegiatan Bimtek rehabilitasi hutan dan lahan ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Kabupaten Gunungkidul.

Posting Komentar

0 Komentar