Link Banner

Banyak Kasus Kebakaran, Sarana Pemadam Kebakaran Masih Minim

 

GUNUNGKIDUL (Wartahandayani.com)_Hingga akhir Bulan September 2020 ini, kasus kebakaran di Bumi Handayani tercatat mencapai 22 peristiwa. Bahkan akhir-akhir ini kejadian kebakaran lebih sering terjadi karena kondisi kering Bumi Handayani sepanjang musim kemarau semakin mudah terbakar.

Kepala Regu UPT Pemadam Kebakaran, Raharja mengatakan, dengan luas wilayah Gunungkidul 1.485 kilometer persegi, sewajarnya ada lima pos pemadam kebakaran yang disebar di 18 kapanewon yang ada di Gunungkidul. Itupun masih dalam cakupan standar minimal pelayanan.

"Jadi pelayanan maksimal itu jaraknya 7,5 KM dari lokasi kejadian," ungkap Raharja, Kamis (01/10/2020).

Sebetulnya, pada 2016 lalu, pembangunan pos ini sudah dibahas. Bahkan di Kapanewon Karangmojo sudah dilakukan pembebasan lahan, namun karena keterbatasan anggaran, rencana ini urung juga dilakukan.

"Karena kami sebagai tim pemadam kan kejadiannya juga tidak pasti ya, seperti ban bocor, tidak bisa diprediksi barangkali ada perioritas lain," papar Raharja.

Sejauh ini, anggaram bagi UPT Pemadam Kebakaran cukup minim, Raharja mencontohkan biaya untuk perbaikan kendaraan. Misalnya kendaraan branwir yang saat ini berjumlah tiga unit.

"Ada tiga unit branwir, anggaran untuk ganti oli misalnya, kendaraan besar kan butuh oli 12 liter, beda yang kecil cuma empat liter, biasanya kami swadaya untuk menutup kebutuhan ini, karena yang dianggarkan misalnya ganti oli ya sama seperti kendaraan kecil," jelas dia.

Dikatakan Raharja, dari tiga kendaraan branwir satu diantaranya dalam kondisi rusak parah. Satunya membutuhkan rekondisi.

"Kemarin saya hitung-hitung sama orang bengkel sekitar Rp.100juta, kondisinya memang sering oleng kalau dipakai ngebut, padahal kami membutuhkan waktu cepat," papar dia.

Jika merujuk pada layanan minimal, dikatakan Raharja, dalam satu UPT regu pemadam kebakaran dengan cakupan wilayah yang luas harusnya memiliki lima kendaraan branwir. Namun minimnya anggaran yang diterima membuat standar minimal ini sulit teralisasi.

"Sementara yang paling urgent ya kami butuhkan rekondisi branwir Isuzu ini, karena usianya memang sudah cukup usang ya tahun perakitannya 1984, tapi rekan-rekan paling nyaman pakai yang ini," tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar