Link Banner

Densus 88 Anti Teror Mengeledah Salah Satu Rumah Warga Playen Yang Diduga Teroris Dan Mengamankan Beberapa Barang Bukti


 

PLAYEN (Wartahandayani.com)_ Sejumlah anggota kepolisian berjaga-jaga dengan senjata lengkap dipintu jalan masuk Wilayah Padukuhan Ngawu,Kalurahan Ngawu,Kapnewon Playen.Dungaan sementara dilokasi tersebut sedang dilakukan pengledahan diduga teroris oleh Destasemen khusus (Densus)  88 Polda DIY dan Jajarannya.Rabu 30/09/2020

Informasi sementara yang berhasil kami kumpulkan dilapangan warga yang sementara diduga teroris berinisial WS (50) bapak dari 7 anak tersebut digelandang oleh petugas untuk diamankan

rumah WS

Diketahui WS diamankan tidak dilokasi rumahnya melainkan di jalan Raya getas Playen Padukuhan Ngawu,Kalurahan Ngawu,Kapnewon Playen pukul 10:08 WIB ,pada saat dilakukan penindakan penangkapan dan pengeledahan WS tidak melakukan perlawanan selanjutnya diamankan dipolda DIY untuk dilakukan Introgasi pengembangan

WS saat ditangkap sedang mengendarai sepeda motor miliknya sendirian,oleh petugas sudah dilakukan pengintaian sejak pagi dimana tadinya sealalu bersama anaknya ,saat melintas sendirian petugas langsung melakukan penagkapan

WS alias Salman merupakan petinggi Jamaah Islamiyah yang mempunyai hubungan erat dengan kelompok Jamaah Islamiyah wilayah lain

Hasil dari pengeledahan rumah WS alias Salman berhasil diamankan barang bukti yang disita HP dan Buku Itelejen yang sudah diamankan

Bowo Dwi Jatmiko Lurah Ngawu mengatakan WS menyewa rumah di wilayah tersebut selama 1 tahun masuk padukuhan Ngawu,RT 02/RW 01,Kalurahan Ngawu,Kapnewon Playen saat ini baru menempati rumah selama 6 bulan

"WS yang diduga teroris kesehariannya dimasyarakat baik dan aktifitas sehari-harinya berjualan baju pindah -pindah,saya pribadi kaget dengan adanya kabar ini.Saya dilokasi sebagai saksi menemani petugas untuk dilakukannya pengledahan dirumah WS,adapun barang bukti yang diamankan dimasukan disebuak box ada 1 bok saya tidak tahu apa saja yang diamankan" kata Lurah Ngawu

Ia juga menjelaskan bahwa WS belum sah untuk administrasi kependudukan warga Kalurahan Ngawu,menurut data dilapangan WS adalah warga Semarang ,Jawa Tengah saat ini ngontarak rumah di wilayahnya untuk kepentingan berdagang.

Dilokasi yang sama Suyono Ketua RT setempat saat kami mintai keterangan tentang adanya salah satu warganya yang diduga teroris menjelaskan benar adanya kabar tersebut namun dari pihaknya tidak bisa berkomentar banyak semua diserahkan kepada petugas yang berwenang

"WS berada diwilayah saya baru 6 bulan,tinggal disini ngontarak rumah selama 1 tahun.untuk keseharianya baik orangnya ikut bermasyarakat ,saya kaget saat diberi kabar bahwa salah satu warganya digeladah rumahnya yang katanya diduga teroris" ucap Suyono

Saat ini awak media masih menunggu hasil dari penyelidikan oleh petugas kepolisian.


Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar