Link Banner

Berkah di Tengah Pandemi, Pak Guru Raup Omset Jutaan dari Jualan Anggrek

PLAYEN (Wartahandayani.com)_Disadari atau tidak, pandemi covid19 justru membuat sejumlah orang makin kreatif. Adahya PHK masal, ekonomi yang semakin melesu menuntut masyarakat lebih survive dalam menjalani hidup.

Adalah Dian Windiatmoko, warga Playen ini sudah tiga Minggu memberanikan diri berjualan tanaman hias. Dian sendiri memang gemar merawat tanaman hias sedari remaja.

Seperti gayung yang bersambut, keberaniannya tak sia-sia. Tanaman anggrek yang menjadi andalannya digemari banyak konsumen.

"Sudah sekitar tiga ribu tanaman Anggrek terjual. Omset dalam sehari antara Rp 1,5 hingga 2 jutaan," kata dia saat ditemui di tempat perawatan sekaligus lokasi penjualan di Jl Jogja-Wonosari, Playen, Gunungkidul, Rabu (23/9).

Ia mengulas, mula bisnis jualan Anggrek tak lepas dari usaha serupa milik kakaknya yang telah lama berjalan di wilayah Sleman. Dirinya yakin bahwa membuka usaha serupa di Gunungkidul juga prospektif. Terlebih dirinya hanya menyediakan satu jenis komoditi saja. Dengan begitu usaha yang digeluti minim kompetitor.

"Saya menjadi satu-satunya di Gunungkidul yang jual tanaman hias khusus Anggrek. Ternyata benar, dengan hanya menjual Anggrek saja potensi keberhasilannya tinggi," imbuh dia.

Kesimpulan tersebut setidaknya dilihat dari pencapaian penjualan selama ini. Semenjak buka, penyediaan sebanyak 5.000-an tanaman yang minim butuh air ini, sekarang hanya tersisa kurang dari separuhnya saja.

Untuk menambah ketersediaan tanaman Anggrek, ia mengaku sudah memesan 9.000-an tanaman Anggrek dengan berbagai jenis atau ID dari Thailand. Jumlah tanaman sekian itu akan dijual di dua tempat. Satu di toko miliknya, Puspa Kuwera dan satu lagi di toko milik kakaknya.

Pendidik di salah satu SMK Swasta di Gunungkidul ini memilih mendatangkan tanaman Anggrek dari luar. Sebab dianggap lebih terjamin kualitasnya. Adapun pengembangbiakan dari perusahaan profesional telah menerapkan metode kultur jaringan.

“Dengan kultur jaringan bisa mendapat varian bunga baru, dalam satu rumpun bisa berbunga secara bergantian, modal tekun, ternyata bisnis ini menjanjikan," pungkas Dian.

Posting Komentar

0 Komentar