BKSDA Yogyakarta Evakuasi Satwa Langka ke Stasiun Flora dan Fauna Bunder - Warta Handayani

BKSDA Yogyakarta Evakuasi Satwa Langka ke Stasiun Flora dan Fauna Bunder

Share This

WONOSARI,(WH) -  Rabu(29/05/2019) Babe Suroso warga Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul bersama dengan para pencinta satwa lainnya menyerahkan satwa dilindungi yaitu 2 ekor burung Elang kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta (BKSDA) dengan jenis Elang Brontok dan Elang Ular Bidu .

Balai Konservasi Sumber Daya Alam, sering disingkat sebagai Balai KSDA atau BKSDA, adalah unit pelaksana teknis setingkat eselon III (atau eselon II untuk balai besar) di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Instansi ini di antaranya bertugas untuk mengelola kawasan-kawasan konservasi, khususnya hutan-hutan suaka alam (suaka margasatwacagar alam) dan taman wisata alam. Selain itu Balai KSDA juga bertanggung jawab mengawasi dan memantau peredaran tumbuhan dan satwa yang dilindungi di wilayahnya; termasuk pula memantau upaya-upaya penangkaran dan pemeliharaan tumbuhan dan satwa dilindungi oleh perorangan, perusahaan dan lembaga-lembaga konservasi terkait.

Agus, Tim BKSDA Yogyakarta menjelaskan bahwa kegiatan hari ini adalah penyerahan Satwa dilindungi yaitu Elang Brontok dan Elang Ular Bidu dari masyarakat yaitu Mas Suroso kepada kita tim dari BKSDA Yogyakarta dan setelah penyerahan ini para satwa akan dievakuasi ke Stasiun Flora dan Fauna Bunder untuk di rehabilitasi dan akan kita liarkan agar nantinya saat dilepas di alam bebas mampu beradaptasi dengan lingkungannya.


Salah satu anggota Tim BKSDA Yogyakarta , Andi juga menambahkan untuk masyarakat yang mempunyai satwa liar dan dilindungi agar mau menyerahkan secara sukarela untuk diserahkan kepada BKSDA Yogyakarta untuk di konservasi dan lepas kembali ke habitat asalnya . 

"Jika ada yang mempunyai satwa dilindungi dan menyatakan bahwa mempunyai surat ijin itu tidak benar karena BKSDA sudah lama tidak mengeluarkan izin tersebut ,"imbuh Andi. (29/05)

"Saya merawat para satwa seperti merawat manusia karena saya sangat hobi dan menyayangi satwa sejak kecil dan jangan sampai satwa satwa dilindungi ini jatuh ke tangan yang salah dan semoga kedepan masyarakat lebih sadar lagi bahwa satwa dilindungi itu tidak hanya sekedar peraturan akan tetapi harus dilaksanakan , karena setiap mahkluk mempunyai habitatnya masing masing,"pungkas Babe Suroso.(Hari)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here