Jenang ketan Khas Padukuhan Saban - Warta Handayani

Jenang ketan Khas Padukuhan Saban

Share This

RONGKOP,(WH) - Produk kuliner khas Gunungkidul memang sangat beragam. Mulai dari gatot, rempeyek, thiwul dan masih banyak lagi lainnya. Ada satu lagi makanan khas produk dari ujung tenggara Gunungkidul, tepatnya dari Padukuhan Saban, Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop.
Jenang ketan adalah salah satu dari sekian banyak kuliner khas dari dusun tersebut yang sangat digemari masyarakat, baik lokal maupun dari luar daerah Gunungkidul. Bahan jenang ketan sendiri cukup mudah dicari yaitu beras ketan, beras padi, kelapa, dan gula Jawa.
Kemajuan industri terkadang menuntut cepatnya proses pengolahan dengan bergantung pada mesin mesin moderen dan berimbas pada makin sedikitnya tenaga kerja yang diperlukan.Tapi hal itu tidak terjadi pada Kelompok Industri Rumah TanggaJenang Barokah, yang beralamat di Padukuhan Saban, Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul.
Home Industri Jenang Barokah berangggotakan 9 ibu rumah tangga dari Padukuhan Saban. Guna meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga, para ibu ini bergabung dengan kelompok home industri Jenang Barokah. Di tempat ini, pembuatan jenang masih menggunakan alat tradisional dan juga menggunakan pengapian memakai kayu bakar.
Home industri ini berproduksi setiap hari karena sudah mempunyai mitra untuk bagian pemasarannya. Diluar produksi tetapnya, mereka juga menerima pesanan khusus.
Di sentra industri rumah tangga yang sederhana ini, terdapat 2 wajan besar untuk mengolah adonan jenang dengan kapasitas sebanyak 30 kg bahan baku. Untuk takaran 1 wajan besar tersebut diperlukan paling tidak 80 bijih kelapa.
Dalam sehari, industri rumah tangga Jenang Barokah mampu membuat produk jenang rata-rata sebanyak 73 kg. Produksi akan naik apabila terdapat pesanan khusus dengan menambah jam kerja. Pengerjaan produksi berukuran 1 wajan besar membutuhkan waktu rata-rata sekitar 5-8 jam dan diaduk oleh 3 tenaga kerja secara bergantian.
Selain jenang, di Padukuhan Saban juga terdapat home industri wingko babat. Home industri yang mampu mempekerjakan ibu-ibu ini sedikit banyak telah mampu memberikan manfaat peningkatan perekonomian keluarga mereka. (Hari).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here