Merasa keberatan dengan informasi yang beredar, warga Padukuhan Ngricik kemudian menggelar musyawarah di Balai Padukuhan Ngricik, Rabu (19/8/2026) siang. Dalam musyawarah tersebut, warga menegaskan bahwa mobil tangki yang dimaksud bukan merupakan aset pribadi Dukuh Ngricik.
Warga menjelaskan, kendaraan tersebut sebelumnya dikelola oleh kelompok Padukuhan Banyu Bening untuk membantu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Kendaraan itu digunakan terutama sebelum jaringan PDAM masuk ke wilayah Ngricik.
Salah satu tokoh masyarakat, Wasita, mengatakan keberadaan mobil tangki tersebut pada saat itu sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Namun, setelah jaringan PDAM tersedia, penggunaan kendaraan mulai berkurang. Kondisi kendaraan juga disebut kerap mengalami kerusakan.
“Karena pertimbangan tersebut, kelompok pengelola bersama-sama kemudian memutuskan untuk menjual mobil tangki itu,” jelas Wasita dalam musyawarah warga.
Ia menegaskan, keputusan penjualan bukan dilakukan secara sepihak oleh Dukuh. Menurutnya, penjualan merupakan hasil musyawarah warga dengan tujuan agar aset tersebut tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau disebut dijual oleh dukuh secara pribadi, itu tidak benar. Kami telah melakukan musyawarah warga dan mencapai mufakat untuk menjual truk tangki itu untuk membeli minibus yang akan digunakan masyarakat bersama,” tegasnya.
Bendahara Padukuhan Ngricik, Gunawan, menjelaskan, mobil tangki tersebut dijual dengan nilai sekitar Rp150 juta. Dana tersebut rencananya digunakan sebagai bagian dari pembelian sebuah minibus yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Namun, harga minibus yang menjadi rencana pembelian warga tersebut lebih dari Rp150 juta. Karena itu, warga masih membutuhkan tambahan anggaran.
“Artinya, kami kekurangan anggaran untuk membeli minibus. Maka dari itu, kami berencana melakukan swadaya untuk menambah biaya pembelian minibus,” jelas Gunawan.
Sementara itu, Dukuh Ngricik, Yuliyanto, menyayangkan munculnya informasi yang menurutnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ia meminta persoalan tersebut dilihat berdasarkan fakta serta keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui sejarah pengelolaan mobil tangki tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa warga siap memberikan penjelasan maupun bukti mengenai asal-usul kendaraan, proses pengelolaan hingga penggunaan hasil penjualannya apabila memang diperlukan.
“Jika ada bukti dugaan penyalahgunaan, silakan dibuka. Jika tidak, warga siap menunjukkan fakta sebenarnya,” tegas Yuliyanto.
Warga berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi isu atau kasak-kusuk tanpa dasar yang jelas. Mereka meminta seluruh pihak mengedepankan fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.


0 Komentar