Nilai Berubah Drastis, Seleksi Ulu-ulu Siraman Dipersoalkan: Peserta Peringkat 7 Adukan Hasil ke Bupati


Wonosari (Wartahandayani.com)_Polemik pengisian pamong Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, belum berakhir. Hasil seleksi jabatan Ulu-ulu dipersoalkan salah seorang peserta setelah terjadi perubahan nilai yang cukup signifikan dalam penghitungan pertama dan penghitungan ulang.

Peserta tersebut yakni Fitriana Dewi Rahmadhani. Dalam pengumuman awal, Fitriana disebut memperoleh nilai tertinggi dengan total 51,6. Namun setelah dilakukan penghitungan ulang, nilainya berubah menjadi 46,2 dan membuatnya berada di peringkat ketujuh dari 13 peserta.

Sebaliknya, Tika Susanti yang pada penghitungan pertama berada di urutan ke-13 dengan nilai 35,8, justru memperoleh nilai 57,4 dalam penghitungan kedua. Hasil tersebut kemudian menempatkan Tika sebagai peserta dengan nilai tertinggi.

Perubahan tersebut sontak menimbulkan tanda tanya bagi Fitriana. Ia mempertanyakan bagaimana proses koreksi dan penghitungan ulang dilakukan, terlebih menurut pengakuannya, perubahan hasil tersebut disampaikan setelah para peserta sempat dipersilakan meninggalkan lokasi ujian.

Fitriana menceritakan, saat pengumuman pertama dirinya merasa lega karena memperoleh nilai tertinggi. Para peserta kemudian dipersilakan pulang, meski menurutnya belum ada berita acara yang menyatakan seluruh rangkaian seleksi telah selesai.

Namun setelah tiba di rumah, Fitriana mengaku mendapat telepon dari salah seorang panitia yang menyampaikan bahwa terdapat persoalan pada administrasinya.

“Waktu pengumuman pertama, saya sudah merasa puas lantaran memperoleh nilai tertinggi. Kemudian kami para peserta sudah dipersilakan pulang, namun belum ada berita acara jika ujian seleksi pengisian Ulu-ulu sudah selesai. Namun saat saya pulang dan sampai rumah, saya mendapat telepon dari salah satu panitia yang menyatakan jika administrasi saya kurang,” jelas Fitriana saat ditemui di rumahnya, Jumat (28/8/2026) sore.

Fitriana kemudian kembali ke Balai Kalurahan Siraman. Sesampainya di lokasi, ia mengaku hanya mendapati dua peserta. Saat itu, ia diberitahu bahwa penghitungan pertama dinilai terdapat kesalahan.

Menurut Fitriana, persoalan bermula ketika hampir seluruh peserta telah meninggalkan lokasi. Ia menyebut terdapat salah satu peserta yang menyampaikan ketidakpuasan kepada panitia.

Menurutnya, apabila memang terdapat keberatan maupun kesalahan dalam penghitungan, seharusnya proses koreksi dilakukan ketika seluruh peserta masih berada di lokasi. Dengan demikian, setiap peserta dapat mengetahui proses penghitungan secara terbuka.

“Seharusnya protes dan koreksi dilakukan ketika seluruh peserta masih ada dan sebelum kami dipersilakan pulang, ketika nama saya diumumkan mendapat nilai tertinggi,” ujarnya.

Ia semakin mempertanyakan hasil tersebut karena proses penghitungan ulang, menurut pengakuannya, tidak dilakukan secara terbuka bersama seluruh peserta.

Fitriana menilai perubahan nilai seharusnya disertai penjelasan mengenai mekanisme koreksi, termasuk dasar yang menyebabkan nilai sejumlah peserta berubah.

“Kok bisa memutuskan nilai tanpa ada koreksi ulang secara bersama dan tidak menyebutkan secara detail cara penilaiannya. Itu yang menurut kami janggal,” ucapnya.

Tidak puas dengan hasil tersebut, Fitriana memilih menempuh jalur pengaduan. Pada Kamis (27/8/2026) siang, ia mengirimkan surat kepada Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih.

Selain menitipkan surat aduan melalui protokoler, Fitriana mengaku juga menyampaikan pengaduan melalui pesan WhatsApp pribadi Bupati, website, serta media sosial Instagram.

“Surat aduan telah kami titipkan ke protokoler. Tak hanya itu, saya juga melaporkannya lewat pesan WhatsApp pribadi Bupati, website dan media sosial Instagram,” terangnya.

Fitriana berharap Pemerintah Kabupaten Gunungkidul turun tangan untuk meninjau proses sekaligus hasil seleksi pengisian jabatan Ulu-ulu Kalurahan Siraman.

Menurutnya, pemeriksaan diperlukan agar persoalan perubahan nilai tersebut dapat memperoleh kejelasan dan tidak menimbulkan pertanyaan berkepanjangan.

Ia juga berharap apabila dalam pemeriksaan nantinya ditemukan adanya persoalan dalam proses seleksi, dapat ditempuh langkah yang dianggap paling adil bagi seluruh peserta.

Posting Komentar

0 Komentar