Kepala UPT Damkar Kabupaten Gunungkidul, Handoko, mengatakan tiga peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Kapanewon Karangmojo, Wonosari, dan Playen. Petugas diterjunkan ke setiap lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat yang khawatir api semakin meluas.
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di Munggur RT 01/RW 02, Kalurahan Ngipak, Kapanewon Karangmojo. Peristiwa bermula saat seorang warga melihat lahan terbakar di dekat permukiman, kemudian melaporkannya ke Pos Damkar Karangmojo.
"Mendapat laporan dari warga, Regu III langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke permukiman," kata Handoko.
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun kerugian harta benda. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Selang beberapa saat, petugas kembali menerima laporan kebakaran lahan jati di wilayah Dunggubah II RT 04/RW 02, Kalurahan Duwet, Kapanewon Wonosari. Berdasarkan laporan BPBD Gunungkidul, api diduga berasal dari pembakaran daun dan ranting kering oleh orang yang tidak diketahui identitasnya. Kobaran api kemudian membesar dan mendekati kawasan permukiman sehingga memicu kepanikan warga.
Lahan milik Hj. Rohani, warga Sleman, dengan luas sekitar 1,7 hektare itu akhirnya berhasil diamankan setelah petugas Damkarmat melakukan pemadaman di lokasi.
Peristiwa serupa juga terjadi di Padukuhan Siyono Wetan RT 57/RW 10, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen. Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kabupaten Gunungkidul, kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah yang kemudian membesar akibat tiupan angin kencang.
Api merambat ke lahan dan sempat mengancam tiga bangunan rumah warga. Sebelum petugas datang, masyarakat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Setelah menerima laporan, tim Damkarmat bergerak ke lokasi dan berhasil mengendalikan kobaran api sebelum menjalar ke rumah-rumah warga.
Handoko mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera melaporkan setiap kejadian kebakaran. Menurutnya, pelaporan dini menjadi faktor penting agar api dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah, daun maupun ranting kering, terutama saat cuaca panas dan angin bertiup kencang. Kondisi tersebut sangat berpotensi memicu kebakaran lahan yang dapat mengancam permukiman maupun lahan pertanian di sekitarnya.

0 Komentar