Peristiwa tersebut bermula pada Minggu (7/6/2026) saat warga memergoki sejumlah remaja mengambil kabel di salah satu restoran yang berada di kawasan pantai. Warga kemudian mengamankan para pelaku dan menyerahkannya kepada petugas Polsek Saptosari.
Kelima remaja yang diamankan masing-masing berinisial AIA, AAR, RAP, GMS, dan RA. Mereka diketahui merupakan warga Kapanewon Paliyan dan masih berstatus pelajar.
Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan para remaja tersebut mengakui telah melakukan pencurian kabel di lokasi kejadian. Meski demikian, pihak kepolisian memilih langkah pembinaan dengan mempertimbangkan usia para pelaku yang masih di bawah umur.
"Kami melihat mereka masih memiliki masa depan yang panjang. Karena itu kami mengedepankan pembinaan agar mereka menyadari kesalahannya dan tidak mengulangi perbuatannya," kata Damus saat memberikan pembinaan di Mapolsek Saptosari, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, tindakan pencurian tetap merupakan pelanggaran hukum yang memiliki konsekuensi pidana. Namun kesempatan diberikan agar para remaja tersebut dapat memperbaiki diri sebelum terjerumus lebih jauh ke dalam tindakan kriminal.
"Ini menjadi peringatan keras bagi mereka. Kesempatan yang diberikan jangan disia-siakan. Jika suatu saat mengulangi perbuatan serupa, tentu akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," tegasnya.
Damus menambahkan, pembinaan terhadap pelaku remaja harus menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, dan aparat penegak hukum.
Ia juga meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama saat berada di luar rumah.
"Peran keluarga sangat penting. Orang tua harus mengetahui dengan siapa anak bergaul dan apa saja kegiatannya. Pengawasan yang baik menjadi langkah awal mencegah kenakalan remaja maupun tindak pidana," ujarnya.
Usai menjalani pembinaan, kelima remaja tersebut diserahkan kepada orang tua masing-masing. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Polisi berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi para pelaku sekaligus pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap remaja agar tidak terjerumus dalam tindakan yang melanggar hukum.


0 Komentar