Pemkab Gunungkidul Rehabilitasi Jembatan Penghubung Destinasi Wisata di Semanu


SEMANU,(Wartahandayani.com)_Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bergerak cepat melakukan rehabilitasi Jembatan Jonge yang berada di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu. Perbaikan dilakukan menyusul kondisi jembatan yang mulai mengalami kerusakan serius akibat faktor usia bangunan dan korosi pada struktur konstruksi.

urah Pacarejo, Suhadi mengatakan Jembatan Jonge merupakan jalur transportasi vital bagi masyarakat. Selain menghubungkan Kalurahan Pacarejo dengan pusat pemerintahan Kapanewon Semanu, jembatan tersebut juga menjadi akses penting antarwilayah seperti Candirejo, Semanu, hingga Ngeposari.

“Jembatan ini sangat strategis karena menjadi akses utama kendaraan dari arah Jawa Tengah maupun Jawa Timur, sekaligus jalur menuju kawasan wisata di Gunungkidul,” ujar Suhadi, Jumat (8/5/2026) pagi.

Menurutnya, jembatan terakhir kali dibangun pada tahun 1976. Tingginya debit aliran air di bawah jembatan selama puluhan tahun menyebabkan sejumlah bagian konstruksi mengalami korosi dan kerusakan.

“Mulai muncul lubang dan retakan yang cukup membahayakan pengguna jalan. Karena itu kami langsung melaporkan ke Dinas PU Gunungkidul dan syukur responsnya sangat cepat,” katanya.

Suhadi mengungkapkan, langkah cepat pemerintah daerah berhasil mencegah potensi kecelakaan maupun korban jiwa akibat kerusakan jembatan tersebut.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau langsung progres rehabilitasi Jembatan Jonge pada Jumat (08/05/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menegaskan bahwa perbaikan jembatan menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran jalur ekonomi.

“Kerusakan ini sifatnya mendesak dan berada di luar perencanaan awal, sehingga kami menggunakan dana swakelola agar pengerjaan bisa lebih cepat,” jelas Endah.

Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran sekitar Rp180 juta untuk rehabilitasi tersebut. Hingga saat ini, progres pengerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 47 persen.

Awalnya proyek diperkirakan selesai pada September 2026, namun pemerintah daerah kini menargetkan pengerjaan rampung lebih cepat, yakni pada Juni mendatang.

“Saya minta penanganannya dipercepat karena kalau dibiarkan kerusakannya bisa semakin melebar dan membahayakan masyarakat yang melintas,” tegas Bupati.

Selain memantau rehabilitasi jembatan, Bupati Endah juga mengajak masyarakat terus menguatkan budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan dan mendukung penanganan infrastruktur di wilayah Gunungkidul.

Posting Komentar

0 Komentar