M mengaku kecewa lantaran perjuangan yang selama ini ia lakukan demi mendukung karier sang istri justru berakhir pahit. Menurut pengakuannya, perubahan sikap mulai dirasakan sejak W resmi menyandang status Guru P3K di salah satu SMP wilayah Kapanewon Panggang.
“Dulu sama-sama berjuang dari bawah. Saya mendampingi sejak masih honorer sampai jadi P3K. Tapi sekarang saya merasa sudah tidak dihargai lagi,” ungkap M.
Permasalahan rumah tangga keduanya sempat dimediasi oleh kedua belah pihak keluarga. Namun mediasi tersebut tidak membuahkan hasil, bahkan gugatan cerai tetap dilayangkan oleh pihak istri dengan alasan suami dianggap tidak bertanggung jawab terhadap nafkah lahir dan batin.
Pihak suami menilai alasan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Sebab selama ini dirinya merasa selalu memberikan dukungan penuh, baik secara ekonomi, tenaga maupun moral demi keberhasilan istrinya menjadi seorang guru ASN P3K.
Tak hanya menghadapi gugatan cerai, M juga mengaku sempat mengalami sakit dan harus menjalani hari-harinya seorang diri setelah ditinggal istrinya pergi dari rumah. Kini dirinya juga merasa dipersulit untuk bertemu anaknya sendiri.
Di sisi lain, muncul pula dugaan adanya kedekatan khusus antara W dengan seorang pria yang disebut masih satu profesi dan pernah berada dalam lingkungan sekolah yang sama. Kecurigaan itu muncul setelah M menemukan sejumlah foto kebersamaan keduanya. Namun belakangan foto-foto tersebut disebut telah dihapus.
“Awalnya saya hanya mempertanyakan hubungan mereka karena ada beberapa foto bersama. Tapi sekarang foto-foto itu sudah tidak ada. Saya curiga ada sesuatu, meski keduanya tidak mengaku,” lanjut M.
Kasus ini menjadi perhatian warga sekitar karena dinilai menyimpan ironi di balik keberhasilan karier seorang ASN P3K. Rumah tangga yang dibangun dari perjuangan bersama kini justru terancam runtuh di tengah dugaan berubahnya sikap setelah status dan karier meningkat.


0 Komentar