Korban berinisial AGS (25) tampak tak berdaya saat mengalami pemukulan. Dalam video yang beredar, korban terlihat tidak melakukan perlawanan hingga akhirnya mengalami luka lebam di bagian kepala.
Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (09/05). Di wilayah Ketandan Banguntapan Bantul
Terduga pelaku diketahui masih berasal dari wilayah yang sama, yakni warga Kalurahan Karangtengah berinisial I.
Mirisnya, korban yang hidup dalam kondisi ekonomi serba kekurangan disebut hanya tinggal bersama kakek dan neneknya. Hingga kini keluarga mengaku kebingungan mencari tempat meminta bantuan dan pendampingan atas kasus yang menimpa AGS.
Orang tua korban, Sugeng Sumartono, mengatakan awalnya keluarga mengira luka lebam yang dialami anaknya akibat kecelakaan tunggal. Namun pengakuan berbeda akhirnya muncul setelah video pemukulan viral di media sosial.
“Setelah dirawat di RSUD Wonosari dan video itu beredar, anak saya baru mengaku kalau dia dipukul temannya sendiri,” ujar Sugeng.
Pihaknya juga menyampaikan sebelum viral ada penawaran dari seseorang yang mau mendampingi kasus kekerasan anaknya secara gratis setelah di pastikan lagi justru dimintain uang untuk bayar pengacara, karena kondisi ekonomi pas pasan saya langsung tolak
Keluarga berharap ada perhatian serius terhadap kasus tersebut, termasuk pendampingan bagi korban yang saat ini masih mengalami trauma dan rasa sakit akibat dugaan aksi kekerasan yang dialaminya.
Kasus ini pun menuai keprihatinan warga. Banyak pihak berharap aparat segera turun tangan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.


0 Komentar