Cetak Tiket Sebelum Transaksi, DPRD Gunungkidul Bongkar Dugaan Permainan di TPR


Tanjungsari,(Wartahandayani.com)--Dugaan praktik tidak wajar di sektor wisata mencuat. Komisi B DPRD Gunungkidul menyoroti temuan cetakan tiket Mobile Point of Sale (MPOS) yang sudah berlembar-lembar di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR), padahal belum ada pengunjung yang masuk.

Anggota Komisi B, Ery Agustin, menegaskan temuan tersebut bukan persoalan sepele. Ia menyebut, pencetakan tiket sebelum transaksi berpotensi menjadi pintu masuk praktik manipulasi.

“Kalau tiket sudah tercetak sementara pengunjung belum ada, ini sangat rawan. Ini bukan hal normal dalam sistem,” tegas Ery.

Temuan ini pertama kali diketahui oleh Ketua Komisi B saat berkunjung ke salah satu lokasi wisata. Fakta tersebut kemudian dibuka dalam forum resmi bersama Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul.

Ery menilai, ketidaksesuaian waktu cetak tiket dengan waktu kedatangan pengunjung bisa mengarah langsung pada potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini bisa jadi modus. Tiket dicetak lebih dulu, lalu berpotensi dijual di luar sistem atau bahkan dobel. Kalau itu terjadi, jelas merugikan daerah,” ujarnya.

Komisi B menegaskan, praktik seperti ini berpotensi merusak sistem retribusi yang seharusnya transparan dan akuntabel. DPRD pun meminta adanya audit menyeluruh serta evaluasi total terhadap pengelolaan TPR di seluruh kawasan wisata Gunungkidul.

“Ini warning keras. Jangan sampai kebocoran PAD terjadi karena lemahnya pengawasan di lapangan,” pungkas Ery.

Posting Komentar

0 Komentar