Lurah Pacarejo, Suhadi mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi saat wilayah Pacarejo diguyur hujan deras yang disertai angin kencang. Kondisi tersebut mengakibatkan bagian depan atap dapur balai padukuhan tidak mampu menahan terpaan angin hingga akhirnya roboh.
“Selain karena cuaca ekstrem, beberapa bagian kayu penyangga bangunan juga sudah mengalami pelapukan sehingga memperparah kerusakan,” ujar Suhadi.
Akibat kejadian tersebut, bagian depan atap dapur balai padukuhan dengan ukuran kurang lebih 8 meter panjang dan 5 meter lebar mengalami kerusakan cukup parah.
Kerugian material meliputi sekitar 1.500 genting jenis ekspres, 40 batang usuk, serta 40 batang reng yang mengalami kerusakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Usai kejadian, warga bersama sejumlah unsur langsung melakukan penanganan dengan kerja bakti membersihkan puing-puing bangunan serta memilah genting yang masih layak digunakan.


0 Komentar