“Korban bersama sembilan orang temannya sebelumnya melakukan kegiatan naik gunung. Setelah itu mereka menuju Sungai Oyo Kedung Sobanlah dengan maksud mencuci sepatu,” terang Kapolsek SeminAKP Wasdiyanto.
Setibanya di lokasi, korban diketahui nekat menceburkan diri ke sungai yang memiliki kedalaman cukup dalam. Padahal, korban telah diperingatkan oleh teman-temannya karena tidak bisa berenang. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan.
Salah satu saksi, bersama teman-temannya sempat berupaya menolong korban dengan cara berpegangan tangan untuk meraih tubuh korban. Zidane bahkan sempat memegang korban, namun karena panik korban menendang sehingga pegangan terlepas dan korban kembali terseret ke bagian sungai yang lebih dalam.
Melihat situasi semakin berbahaya, para saksi kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar. Warga bersama saksi melakukan pencarian di sekitar lokasi korban tenggelam. Tidak berselang lama, korban ditemukan dalam kondisi tenggelam pada radius sekitar 10 meter dari titik awal korban mencebur.
“Korban kemudian diangkat dari sungai, namun saat ditemukan sudah tidak bernapas dan terdapat cairan berwarna kuning keluar dari mulutnya,” jelas Kapolsek.
Korban selanjutnya segera dibawa ke Puskesmas Semin I untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan visum luar oleh dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban dipastikan meninggal dunia murni akibat tenggelam.
“Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman,” tambah AKP Wasdiyanto.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di alam terbuka, terutama di kawasan sungai dan perairan yang berisiko membahayakan keselamatan.


0 Komentar