Karena Jadi Klaster Terbesar 3 Kabupaten Sleman,Bantul,dan Gunungkidul Diminta Gelar Tes Massal - WARTA HANDAYANI

WARTA HANDAYANI

AKURAT-MENGINSPIRASI-BERBUDAYA

Iklan

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1441 H,MOHON MAAF LAHIR & BATIN

Selasa, 05 Mei 2020

Karena Jadi Klaster Terbesar 3 Kabupaten Sleman,Bantul,dan Gunungkidul Diminta Gelar Tes Massal

YOGYAKARTA (Wartahandayani.com) – Gugus penanganan Covid-19 DIY berkirim surat ke tiga kabupaten untuk segera melakukan tes massal untuk warganya. Sleman, Bantul dan Gunungkidul kini menjadi wilayah penyebaran terbesar dengan adanya klaster jamaah tabligh akbar.

Wakil sekretariat gugus penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana mengungkap Wakil Gubernur DIY Paku Alam X selaku ketua gugus tugas sudah mengirimkan surat ke tiga kabupaten untuk ditindaklanjuti. Tiga kabupaten menurut Biwara menjadi daerah dengan penularan terbesar di DIY yang diharapkan segera melaksanakan tes massal.

Seperti diketahui, dalam dua hari yakni 1-2 Mei 2020, DIY mencatat penambahan kasus positif sebanyak 19 kasus. Mayoritas, kasus berasal dari Sleman, Bantul dan Gunungkidul dengan adanya klaster jamaah Tabligh Akbar di Jakarta dan Gowa.

“Ada pernyataan tambah 10 (kasus positif) kemarin (Sabtu 2/5/2020), langkah kita, Wakil Gubernur selaku ketua gugus untuk membuat surat ke Sleman, Gunungkidul dan Bantul untuk segera melakukan screening secara masif. Langkah ini segera dilakukan sembari dipetakan untuk mengambil langkah lanjutan,” ungkap Biwara, Minggu (3/5/2020)

Terkait kemungkinan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sebenarnya sudah masuk kriteria, Biwara mengatakan masih akan melakukan evaluasi lebih lanjut mempertimbangkan berbagai dampak. Di DIY sendiri penularan lokal sudah terjadi dan jumlah kasus positif mencapai 114 hingga Sabtu kemarin dengan angka kesembuhan 48 kasus.

Kami masih kumpulkan data, memang sudah ada klaster, kemudian peningkatan jumlah dan kita terus kaji kedepan. Tentu kita akan evaluasi dan bahas berbagai aspek untuk itu (PSBB),” sambung Biwara.

Untuk saat ini demi mencegah penularan yang semakin masif, tim gugus penanganan berharap agar masyarakat bisa menghindari kerumunan dan mengenakan masker apabila keluar rumah. Apabila harus pergi ke keramaian seperti pasar tradisional yang jadi pusat ekonomi, masyarakat diminta menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mengenakan masker dan mencuci tangan

Sumber KRJOGJA.COM

1 komentar:

  1. Mohon untuk di ganti ftonya min karena anda anda belum meminta izin kepada yang bersangkutan,kasihan keluarga yang ditinggal

    BalasHapus

Postingan Populer

Pages