Menggali Sejarah Dan Mitos Petilasan Nyai Melik ,Sumber Pancuran Dan Petilasan Wali Teleng - WARTA HANDAYANI

WARTA HANDAYANI

AKURAT-MENGINSPIRASI-BERBUDAYA

Iklan

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1441 H,MOHON MAAF LAHIR & BATIN

Kamis, 19 Maret 2020

Menggali Sejarah Dan Mitos Petilasan Nyai Melik ,Sumber Pancuran Dan Petilasan Wali Teleng

RONGKOP (Wartahandayani.com)_Gunungkidul kaya akan lokasi wisata yang tidak diragukan lagi begitu juga Kabupaten Gunungkidul tidak bisa lepas dari sejarah yang ada hampir dibeberapa wilayah yang tersebat di Kabupaten Gunungkidul banyak meninggalkan cerita sejarahnya salah satunya .Rabu (18/03/2020) diwilayah Padukuhan Pucanganom C,Desa Pucanganom,Kecamatan Rongkop lokasi berada di satu wilayah terdapat tiga petilasan yang banyak mengandung cerita para leluhur

Lokasi pertama yaitu Petilasan Sumber Pancuran,lokasi tersebut konon ceritanya dipercaya masyarakat sekitar tempat sholatnya Sunan Kalijaga karena didapati didekat pancuran ada batu latar yang membekas seperti lekukan-lekukan orang sholat,mulai dari bekas kepala,tangan dan juga kaki



Saat ini tempat tersebut sering dikunjungi orang-orang dari luar daerah yang mencari sejarah juga untuk sekedar mengambil air yang keluar dari sumber pancuran,oleh warga setempat sumber tersebut dibikin seperti pancuran menggunakan bilah bambu yang dipasang didekat sumber guna mempermudah orang-orang untuk mengambil airnya,lokasi tidak jauh dari tempat sholatnya Sunan Kalijaga



Ada cerita aneh tersendiri mengenai Sumber Pancuran tersebut yaitu disaat musim penghujan air yang keluar dari sumber hanya sedikit tetapi sebaliknya disaat musim kemarau justru mengalir deras.Airnya pun dipercaya masyarakat bisa menyembuhkan penyakit ,maka tidak heran banyak orang-orang yang datang untuk minum air sumber pancuran dan mengisi botol-botol lalu dibawa pulang.Sampai saat ini keaslian tempat tersebut masih dijaga kesakralannya oleh warga setempat

Lokasi kedua tidak jauh dari lokasi pertama hanya berjarak sekitar 500 meter terdapat Petilasan Nyai Melik (atau sering disebut Watu Dukun) karena dari keanehannya.Cerita dari Watu Dukun sendiri konon dulukala tidak mau dipindahkan,menurut cerita Juru kunci Ketiga Petilasan tersebut salah satunya Petilasan Nyai Melik (Watu Dukun)



Ada cerita dulu batu tersebut berada ditengah-tengah lahan pertanian warga dan pada saat itu karena posisi berada dilahan persawahan menganggu petani untuk di tanami padi,pemilik lahan berniat memindahkan batu tersebut ke pinggir lahan namun batu tersebut setelah ditinggal pulang pemilik lahan kembali lagi ke posisi semula,sampai dilakukan beberapa kali alhasil setiap dipindah pasti esok harinya kembali lagi keposisi semula

Setelah itu warga menjadi heran dengan batu tesebut,setelah adanya kejadian tersebut sesepuh masyarakat mengadakan ritual pemindahan batu tesebut agar tidak menganggu petani yang akan mengarap lahan tersebut.setelah dibikinkan tempat yang dibangun menggunakan semen berukuran 1 meter persegi batu tersebut sampai saat ini tidak pindah keposisi semula

Mitosnya Batu Dukun (Nyai Melik) barang siapa bisa menganggkat batu tersebut berarti keinginannya bakal terkabul,dan tidak sedikit yang mencoba namun hampir semuanya tidak bisa.Hanya niatan tulus batu tersebut bisa terangkat

Cerita Nyai Melik (Watu Dukun) sudah sampai keluar jawa karena menurut informasi masyarakat dan juru kunci memang banyak yang datang untuk membuktikan mitos tersebut,ada yang berhasil dan banyak juga yang gagal mengangkat batu tersebut

"Sampai saat ini lokasi tersebut sering didatangi orang-orang yang memiliki tujuan khusus dan mencoba mengangkat batu tersebut"

Lokasi Ketiga berada satu desa namun beda Padukuha ,Petiasan Wali Teleng berada di Padukuhan Bungmanis,Desa Pucanganom, Kecamatan Rongkop.Konon petilasan tersebut masih ada ikatannya dengan Petilasan Sumber Pancuran dan Petilasan Nyai Melik



Petilasan Wali Teleng menurut cerita dulunya lokasi tersebut ada bekas telapak kaki Seorang Wali yang saat ini masih menggeluarkan air,mitosnya jika air di Petilasan Wali Teleng masih keluar berati di Petilasan Sumber Pancuran juga masih mengeluarkan air.Tetapi sebaliknya jika Petilasan Wali Teleng tidak mengeluarkan air berati di Petilasan Sumber Pancuran juga tidak mengeluarkan air juga

Disetiap hari tertentu pasti ketiga lokasi tersebut sering diadakan tradisi masyarakat seperti Nyadran,dan biasanya diadakan sehabis panen

Ketiga petiasan tersebut dijaga oleh satu Juru Kunci yaitu Mbah Sutiyo (yang dituakan di Desa Pucanganom) pihak kami Wartahandayani.com berkesempatan untuk sedikit banyak mengulas sejarah tentang ketiga Petilasan tersebut ,dan dengan senag hari Mbah Sutiyo menceritakan tentang petilasan tersebut

"Saat ini saya dituakan untuk menjaga tempat-tempat tersebut mulai dari Petilasan Sumber Pancuran,Petilasan Nyai Melik, Dan Petilasan Wali Teleng" terang Sutiyo

Apa yang ditinggalkan para leluhur saat ini harus kita jaga dan selalu kita lestarikan karena bentuk rasa terimakasih kita kepada para leluhur untuk memberikan tanda jasa atas apa yang ditinghalkan dibumi ini khususnya di Gunungkidul "imbuhnya

Semoga regenerasi saat ini mau melestarikan dan menjaga tempat-tempat seperti ini,karena di Kabupaten Gunungkidul sendiri tidak sedikit tempat-tempat seperti Petilasan-Petilasan dengan cerita masing-masing " pungkasnya

Neli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Pages